Angka Harapan Hidup di Temanggung 75,64 Tahun

oleh

Temanggung – Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung, Provinsi Jawa Tengah mengatakan angka harapan hidup warga di daerah itu mencapai 75,64 tahun pada 2021.

“Artinya, rata-rata hidup masyarakat di Temanggung bisa mencapai 75,64 tahun,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung Dwi Sukarmei di Temanggung, Rabu (9/3/2022).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Temanggung, angka harapan hidup di Kabupaten Temanggung terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.

INFO lain :  Dikejar Sosok Misterius, Warga Magelang Ditemukan Sebulan Tewas Gantung Diri

Ia menyampaikan angka harapan hidup 75,64 tahun tersebut meningkat dari tahun 2020, yakni 75,58 tahun.

“Angka tersebut melampaui target nasional sebesar 71,57 tahun dan target tingkat Provinsi Jawa Tengah 74,47 tahun,” katanya.

Dwi menjelaskan angka harapan hidup merupakan salah satu indikator yang bisa dipakai untuk melihat derajat kesehatan masyarakat, yakni rata-rata jumlah tahun hidup yang akan dijalani oleh bayi yang baru lahir pada suatu tahun tertentu.

INFO lain :  Bupati Magelang Lantik 49 Kepala Desa Hasil Pilkades Serentak

Semakin tinggi angka harapan hidup, katanya, maka derajat kesehatan masyarakat akan semakin baik, begitu pula keberhasilan program kesehatan dan program pembangunan sosial ekonomi.

Ia mengatakan peningkatan angka harapan hidup ini juga dipengaruhi perbaikan layanan kesehatan yang dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

Menurut dia, perbaikan layanan kesehatan berhasil menyentuh lapisan masyarakat terbawah, salah satunya karena semakin mudah masyarakat mendapat akses kesehatan dengan biaya terjangkau, baik melalui pembiayaan BPJS maupun asuransi lain.

INFO lain :  Kota Magelang Titik Beratkan Pembangunan SDM

Kemudahan lainnya, katanya, akses tersebut ditopang berbagai program pemerintah, seperti Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) dan juga banyaknya program inovasi daerah, seperti gerakan makan telur dan minum susu untuk menghindari tengkes.

“Kami juga melakukan upaya pendukung lainnya seperti sosialisasi maupun pelatihan tentang pola hidup sehat, lingkungan bersih dan bagaimana cara menjaga makanan dan kebersihan dengan baik,” katanya.

Sumber Antara