Pekalongan – Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, siap mewujudkan Satuan Polisi Pamong Praja, Pemadam Kebakaran, dan Penyelamatan (Satpol P3KP) yang lebih humanis dan persuasif dalam melayani masyarakat.
“Ubah citra negatif. Kami minta jajaran Satpol PP terus meningkatkan kinerja dan profesionalitas seiring dengan semakin besarnya tuntutan masyarakat akan pelayanan dari satuan yang menjadi garda terdepan penegak peraturan daerah,” kata Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid pada acara HUT Ke-72 Satpol PP, di Pekalongan, Selasa (8/3/2022).
Menurut dia, peringatan HUT ini tidak hanya dijadikan sebagai momentum untuk mengenang masa lalu namun lebih dimaksudkan meneruskan semangat juang, dedikasi, dan pengabdian sebagai aparatur dalam melindungi masyarakat serta kebulatan tekad memberikan pelayanan terbaik.
Petugas Satpol PP, kata dia, harus mengubah citra negatif masyarakat karena sebenarnya satuan ini mengemban amanah yang sangat penting sebagai penjaga dan penegak peraturan daerah.
“Sorotan utama masyarakat adalah saat petugas Satpol PP melakukan penegakan perda ketertiban umum, misalnya pada pedagang kaki lima. Aksi penertiban ini, sering berujung konflik,” katanya.
Kendati demikian, kata dia, dengan melalui pembinaan, pelatihan, kerja keras, dan diklat rutin maka paradigma Satpol PP yang semula dianggap galak kini sudah mendapat apresiasi dari masyarakat dan Kemendagri, khususnya pada penanganan pandemi COVID-19.
“Alhamdulillah selama ini Satpol P3KP Kota Pekalongan sudah bisa mengubah citra kepada masyarakat yang semula kesannya menindas orang kecil dan menggusur pedagang kaki lima kini sudah baik,” katanya.
Afzan menambahkan ke depan kinerja Satpol PP harus lebih melakukan pendekatan humanis, persuasif, namun tetap tegas.
Sumber Antara
















