Penyaluran KUR di Soloraya Tahun 2021 Sasar 287.860 Debitur

oleh

Solo – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) oleh perbankan di wilayah Soloraya, Jawa Tengah, pada 2021 menyasar 287.860 debitur.

“Untuk penyalurannya sebesar Rp10,62 triliun atau meningkat 44,45 persen secara yoy,” kata Kepala OJK Surakarta Eko Yunianto di Solo, Kamis (17/2/2022).

Ia mengatakan berdasarkan kabupaten dan kota, penyaluran KUR terbanyak adalah di Kabupaten Klaten yang mencapai Rp1,96 triliun, diikuti Kabupaten Sragen sebesar Rp1,84 triliun, dan Kabupaten Wonogiri sebesar Rp1,53 triliun.

Selain KUR, pemerintah juga mengeluarkan kebijakan restrukturisasi kredit untuk memberikan keringanan kepada masyarakat dalam membayar kredit selama pandemi COVID-19.

OJK mencatat jumlah debitur yang telah direstrukturisasi oleh industri jasa keuangan (IJK) di Soloraya sampai akhir Desember 2021 sebanyak 194.047 debitur dengan realisasi penyaluran kredit sebesar Rp15,08 triliun.

Sebagai rincian, dikatakannya, untuk debitur dari bank umum dan BPR serta BPRS sebanyak 116.129 debitur dengan realisasi penyaluran kredit Rp12,41 triliun.

Sedangkan pada industri keuangan nonbank, yakni perusahaan pembiayaan, pegadaian, dan PNM, jumlah debitur yang memperoleh fasilitas restrukturisasi sebanyak 77.918 debitur dengan penyaluran kredit Rp2,67 triliun.

“Baik jumlah debitur maupun outstanding (penyaluran) kredit yang direstrukturisasi tersebut cenderung makin turun dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya,” katanya.

Sebelumnya, OJK menyebut hingga akhir semester dua tahun lalu stabilitas sektor jasa keuangan di wilayah Soloraya terjaga baik seiring dengan jumlah kasus COVID-19 yang sempat mengalami penurunan.

Eko mengatakan salah satunya di sektor perbankan di Soloraya pada periode semester dua tahun lalu terjaga baik dan stabil tercermin dari pertumbuhan kredit bank umum baik konvensional maupun syariah yang tercatat tumbuh 6,07 persen secara tahunan menjadi sebesar Rp88,46 triliun.

“Ini lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan kredit perbankan secara nasional yang mencapai 5,2 persen yoy,” katanya.

Sumber Antara