Petugas Lapas Pekalongan Gagalkan Kembali Penyelundupan Narkotika

oleh

Pekalongan – Petugas Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pekalongan, Jawa Tengah, menemukan narkotika jenis ganja seberat 53 gram yang diduga gagal diselundupkan ke dalam lapas tersebut.

Kepala Lapas IIA Pekalongan Agus Heryanto di Pekalongan, Kamis (4/11/2021), mengatakan bahwa selama sepekan terakhir ini, pihak lapas telah menggagalkan penyelundupan narkotika yaitu paket ganja seberat 53 gram pada Rabu (3/11) dan 10 paket sabu seberat 20 gram, 26 Oktober 2021.

“Petugas mencurigai plastik berwarna hitam yang tergeletak di taman depan lapas, tidak jauh dari ruang pelayanan terintegrasi,” katanya.

Kronolois penemuan pasltik berwana hitam berisi narkotika jenis ganja tersebut berawal saat Kepala Regu Pengamanan (Karupam) III Sukarno Yoga Purnama pada pukul 08.30 WIB melakukan kontrol keliling ke ruang pelayanan terintegrasi depan lapas.

Saat itu, Karupam menemukan sebuah benda mencurigakan berupa sebungkus plastik warna hitam yang tergeletak di dekat taman depan lapas.

“Karena curiga, petugas membuka plastik tersebut. Setelah dibuka, terindikasi di dalam plastik tersebut ada barang terlarang berupa narkotika jenis ganja,” katanya.

Agus Heryanto mengatakan temuan narkotika itu kemudian dilaporkan ke Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) dan dan Kalapas Pekalongan.

Petugas juga mendokumentasikan temuan tersebut, kemudian mengamankan paket berisi ganja seberat 0,53 gram itu sebagai barang bukti.

“Penemuan satu paket ganja ini terus kami koordinasi dengan Satuan Narkoba Polres Pekalongan Kota untuk pendalaman lebih lanjut. Kami juga memeriksa rekaman CCTV yang terpasang di sekitar lokasi namun sementara belum diketahui siapa pelakunya,” katanya.

Ia mengatakan paketan ganja tersebut diduga hendak dikirimkan atau diselundupkan seseorang ke dalam Lapas Kelas II Pekalongan.

“Adapun untuk pengembangan lebih lanjut, barang bukti berupa ganja sudah kami serahkan pada Satuan Narkoba Polres Pekalongan Kota. Penemuan narkotika yang diduga akan diselundupkan ke dalam lapas sudah terjadi dalam sepekan terakhir ini,” katanya.

Sumber Antara