Dugaan Pungli di Solo. Lurah dan LPMK Ikut Tandatangan

oleh -89 views

Solo – Lurah Gajahan, Solo, berinisial S terseret dalam dugaan pungutan liar (pungli) bersama petugas linmas dengan modus pemungutan zakat dan sedekah lebaran. Wakil Wali Kota (Wawalkot) Solo, Teguh Prakosa, menduga lurah tersebut belum tentu ikut melakukan pungli.

Seperti diberitakan, warga melaporkan adanya penarikan uang zakat dan sedekah oleh petugas linmas. Petugas membawa surat dengan tanda tangan Lurah Gajahan.

Menurut Teguh, kop surat yang dipakai ialah Satlinmas dan dengan cap Satlinmas Gajahan. Di bagian bawah tertulis bahwa lurah dan Ketua LPMK Gajahan mengetahui surat itu dan bertanda tangan tanpa cap.

“Saya pikir bukan berarti Pak Lurah merestui itu. Makanya perlu pemeriksaan dulu,” kata Teguh dijumpai di rumah dinasnya, Sabtu (1/5/2021).

Dia menduga lurah tidak enak hati dengan para petugas linmas yang setiap hari bekerja keras untuk pemerintah. Sedangkan selama ini petugas linmas dianggap tidak mendapatkan gaji utuh.

“Pak Lurah mungkin nggak enak tidak bisa memberikan sesuatu. Pemkot sendiri belum bisa memenuhi semua hak. Misal sekelurahan ada 15 linmas tapi hanya bisa menggaji 10, ya 10 itu dibagi buat 15 sesuai tugasnya. Tapi seharusnya lurah memang bisa membina, tidak boleh membiarkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Teguh mengatakan aksi para linmas itu adalah kebiasaan lama. Namun kondisi saat ini sudah jauh lebih baik sehingga tidak seharusnya kebiasaan itu dilanjutkan.

“Dulu saat mereka tidak mendapatkan honor, mereka dapatnya ya dari keliling saat 17 Agustus, saat hari raya. Tapi sekarang kan dana kelurahan sudah ada, linmas juga dapat sembako lebaran, bantuan sosial dan sebagainya. Jadi tradisi ini harus diluruskan,” katanya.

Sebelumnya, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengaku sudah menangani kasus tersebut tadi malam. Dia pun meminta maaf kepada masyarakat yang merasa dirugikan.

“Pertama-tama saya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian yang kurang nyaman ini. Terutama untuk warga Gajahan,” kata Gibran dalam keterangan persnya, Sabtu (1/5).

“Kasus ini sudah kami tangani kemarin malam. Uang yang terkumpul juga akan segera kami kembalikan ke warga,” imbuhnya.

Menurutnya, penarikan zakat tersebut melanggar aturan, sehingga akan dilakukan pemeriksaan oleh Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD).

Namun Gibran masih belum menjelaskan sejauh mana keterlibatan lurah dalam peristiwa itu.

“Ada tanda tangan Pak Lurah di suratnya. Untuk selanjutnya BKPPD akan melakukan pemeriksaan dan penjatuhan sanksi sesuai dengan PP (Peraturan Pemerintah) nomor 53/2010,” ujar dia.

Sumber Detik

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.