Blora – Sejumlah anak tertangkap basah sedang ngamar di sebuah hotel di Jalan Hayam Wuruk, Kecamatan Cepu, Blora.
Tercatat ada sembilan anak terdiri atas laki-laki perempuan yang terjaring di dalam kamar.
Kasi Trantib Kecamatan Cepu, Listyo Winarno mengatakan, anak-anak seusia SMP itu tertangkap basah pada Selasa (9/3/2021) siang.
Dia bersama seorang anggota Satpol PP lainnya sedianya tidak sedang razia hotel. Saat itu dia hendak memutar balik mobil karena sebelumnya dia mengecek lokasi kejadian orang meninggal mendadak.
“Itu dari mengurusi orang meninggal mendadak, pulang menuju kantor pelan-pelan kok ternyata banyak sepeda motor, putar balik bocah pada lari. Aku turun (dari mobil) bocah di lantai pertama pada buyar,” ujar Listyo melalui sambungan telepon, Kamis (11/3/2021).
Kedatangan Listyo membuat sejumlah anak yang sedang berada di dalam kamar di lantai satu hotel kabur.
Listyo pun curiga, akhirnya dia mengecek di lantai dua hotel ternyata dari tiga kamar ditemukan 9 anak terdiri atas 6 anak perempuan dan 3 anak laki-laki.
Masing-masing satu kamar diisi 3 anak.
“Yang jelas, 9 anak itu berada di tiga kamar.
Yan mrucut (lolos,red) anak yang berada di lantai satu.
Soalnya saya hanya dua personel,” ujarnya.
Dari 9 anak tersebut yang tertangkap basah akhirnya digelandang ke kantor kecamatan.
Masing-masing anak tersebut diinterogasi.
Sementara saat Listyo mengecek telepon genggam mereka ditemukan ditemukan video porno.
“Di hape itu juga ada kayak aplikasi situs xnxx atau apa gitu,” ujar Listyo.
Listyo heran, kenapa anak yang belum punya KTP kok bisa ‘ngamar’.
Usut punya usut, ternyata kamar tersebut disewa oleh orang dewasa dengan meninggalkan KTP.
Saat dia periksa, ternyata orang tersebut tidak berada di hotel.
“Besok kami akan datangi hotelnya.
Itu sudah melanggar. Anak-anak kok bisa pesan kamar,” ujar dia.
Sementara itu, Camat Cepu, Luluk Kusuma Agung Ariyadi mengatakan, setelah tertangkap basah ngamar dan digelandang di kantor kecamatan.
Akhirnya masing-masing orangtua dari anak tersebut berikut kepala desanya dipanggil.
Luluk melakukan pembinaan terhadap anak-anak tersebut di depan orangtuanya.
“Seyogianya nyuwun sewu anak-anak usia sekolah jangan terjerumus atau bermain di hotel,” tandas Luluk.
Luluk pun menyayangkan, meski dia tidak tahu apa yang sebenarnya dilakukan anak-anak tersebut di dalam hotel. Tetapi di antara anak lelaki maupun perempuan yang terjaring mengaku habis menenggak miras.
“Bukti mirasnya tidak kami temukan, tapi pengakuannya ada yang habis minum,” tandasnya.
Sumber Tribun Jateng
















