PEKALONGAN – Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Kota Pekalongan, Betty Dahfiani Dahlan menambahkan, ada 17 subsektor ekraf, yang memberi kontribusi besar dalam perekonomian tanah air.
Namun di Kota Pekalongan, baru ada sembilan sektor yang dipantau dan menjadi kewenangan pemerintah daerah.
Pihaknya berharap, melalui forum Pekalongan Creative City Forum (PCCF), para komunitas pelaku ekraf dapat lebih meningkatkan perannya, sebagai wadah dan penghubung ke pemerintah.
“Sektor ekonomi kreatif mempunyai potensi besar menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia, khususnya Kota Pekalongan ke depan. Sehingga dibutuhkan peran semua pihak dalam menciptakan ekosistem yang menunjang,” ujar Betty, Sabtu (19/12).
Sementara itu, Pengurus PCCF Trias Arditya menjelaskan, melalui forum tersebut, para pelaku ekraf dapat saling merapatkan barisan, dan bersinergi dengan para stakeholder terkait.
Dengan kolaborasi positif ini, lanjutnya, diharapkan dapat semakin memajukan industri ekraf Kota Pekalongan, di tahun-tahun mendatang.
“Kolaborasi yang dimaksud yakni, adanya sinergi antara akademisi, pemerintah, bisnis, yang dapat merangsang wirausaha muda baru dan kekuatan komunitas, dengan jaringan wirausaha, baik yang menggeluti hobi, maupun yang lahir dari proses kreativitas,” tandasnya.(eka)
















