BANJARNEGARA – Sebanyak 25 warga Desa Suwidak, Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara masih bertahan di pengungsian karena rumah mereka rusak berat akibat longsor.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara Aris Sudaryanto melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Budi Wahyono mengatakan rumah mereka rusak berat akibat longsor dan pergerakan tanah.
“Mereka yang masih di pengungsian merupakan delapan keluarga,” ujarnya, Sabtu (19/12).
Dia menjelaskan selain delapan keluarga tersebut ada juga 53 keluarga lainnya yang terdiri dari 169 orang yang biasanya datang ke pengungsian jika hujan turun dengan intensitas yang tinggi dan dalam durasi yang lama.
“Mereka merupakan warga yang rumahnya tidak mengalami kerusakan namun takut terjadi longsor susulan sehingga memilih datang ke pengungsian saat turun hujan dan kembali lagi ke rumah masing-masing jika hujan sudah berhenti,” terangnya.
Dia menambahkan kebutuhan dasar pengungsi pada saat ini masih mencukupi hingga lima hari ke depan.
“Kebutuhan dapur umum yang biasanya paling mendesak adalah lauk pauk, air mineral dan juga bumbu dapur,” bebernya.
Dia mengatakan tim gabungan yang dibantu unsur relawan masih terus melakukan validasi data dan pendampingan bagi para pengungsi.
Selain itu, pelayanan kesehatan bagi pengungsi juga terus diberikan secara berkala oleh petugas dari Puskesmas 1 Wanayasa.
Hingga saat ini, kata dia, hujan masih sering mengguyur kawasan tersebut sehingga ancaman bencana susulan masih harus terus diwaspadai.
“Retakan tanah masih terus terjadi di beberapa area hingga menyebabkan ruas jalan yang menghubungkan Desa Suwidak dan Desa Bantar, Kecamatan Wanayasa ambles,” tandasnya. (jar)
















