Idealnya, Jatah Vaksin Cukup Untuk Separuh Jumlah Penduduk

oleh
oleh

BOYOLALI – Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali menyiapkan tenaga kesehatan di berbagai puskesmas dan rumah sakit, sebagai pelaksana program vaksinasi COVID-19.

Kepala Dinkes Boyolali Ratri S. Survivalina mengatakan, pihaknya sudah melakukan pelatihan untuk tenaga kesehatan di setiap puskesmas di Boyolali secara daring.

“Pelatihan dilakukan secara maraton sejak akhir Oktober 2020 hingga pekan depan bulan ini,” ujarnya, Senin (30/11).

INFO lain :  Tergila-Gila Judi Online, 8 Motor Teman Digadaikan

Menyinggung soal logistik, Dinkes setempat juga sudah menyiapkan tempat penyimpanan vaksin.

Dia berharap, vaksin COVID-19 diberikan secara bertahap sehingga tempat penyimpanan logistik bisa mencukupi.

Ratri menjelaskan masyarakat yang menjadi prioritas vaksinasi COVID-19, mereka yang berusia antara 18-49 tahun, dengan kondisi sehat, tidak mempunyai penyakit bawaan (komorbid).

Pihaknya juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat soal program vaksinasi COVID-19, tetapi pihaknya masih menunggu kepastian kapan dan seberapa banyak Kabupaten Boyolali mendapatkan droping vaksin itu.

INFO lain :  Kandungan Minuman Keras Oplosan Maut di Jepara Metanol dan Etanol

“Kami akan memberikan vaksin prioritas pertama yakni jajaran nakes terlebih dahulu. Karena jajaran nakes mempunyai risiko tinggi, nanti jika terjadi pada nakes, maka pelayanan kesehatan bisa lumpuh semuanya,” bebernya.

Tentang jatah jumlah vaksin yang ideal untuk Boyolali jika setengah dari total penduduk setempat usai produktif antara 18- 49 tahun, katanya, maka sekitar 500.000 dosis.

INFO lain :  30 Karton Penyedap Rasa Hilang Dicuri saat Truk Diparkir di SPBU Sragen

Dia berharap, masyarakat yang sudah divaksin menjadi kebal terhadap penularan COVID-19, sehingga penyakit tersebut tidak sampai menimbulkan keparahan atau komplikasi yang bisa menyebabkan kematian.

“Jadi COVID-19, jika muncul di masyarakat itu, hanya menimbulkan gejala yang ringan saja seperti batuk dan pilek, flu seperti biasa,” tandasnya. (ali)