KUDUS – Di usianya yang ke-471, Peringatan Hari Jadi Kabupaten Kudue digelar secara sederhana dan terbatas.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus HM Hartopo menyampaikan, peringatan Hari Jadi ke-471 Kabupaten Kudus jauh dari kata meriah. Hanya ada dua kegiatan, yakni Khotmil Quran yang dilaksanakan Selasa (22/9) sore dan apel Hari Jadi.
Namun, menurutnya, kesederhanaan itu tak mengurangi makna.
“(Peringatan) Ini memang jauh dari kemeriahan. Namun, tetap bermakna,” terangnya saat memimpin apel peringatan Hari Jadi ke-471 di Halaman Pendapa Kabupaten Kudus, Rabu (23/9).
Disampaikan, momentum Hari Jadi ke-471 Kabupaten Kudus harus dimanfaatkan oleh para pemangku kebijakan untuk menyatukan tekad, komitmen, dan harapan. Utamanya, dalam rangka memutus mata rantai Covid-19 dan pemulihan ekonomi dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin.
“Kita tidak boleh tinggal diam. Bersama kita harus bangkit. Saatnya menyatukan tekad, komitmen, dan harapan. Kita putus mata rantai Covid-19 dan kita bangkitkan ekonomi masyarakat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” jelas Hartopo.
Selain itu, Hartopo juga mengajak seluruh elemen masyarakat Kabupaten Kudus untuk bersinergi. Pihaknya yakin sinergi yang berangkat dari niat dan ketulusan akan mempermudah langkah menuju masa depan.
“Saatnya seluruh elemen masyarakat bersinergi sehingga segala permasalahan dapat diatasi. Termasuk, kita bersama-sama bisa mewujudkan Kudus Bangkit menuju Kabupaten yang modern, cerdas, religius, dan sejahtera,” terangnya.
Ditambahkan, melalui momentum hari jadi tersebut, dia berharap ASN Pemkab Kudus terus berkomitmen meningkatkan integritas. Utamanya, pelayanan kepada masyarakat. Apabila aparaturnya memiliki integritas, maka pelayanan masyarakat akan semakin berkualitas dan mudah.
“Kita akan tingkatkan. Maka, tidak hanya wilayahnya yang berintegritas tapi juga mindset personelnya harus berintegritas,” pungkasnya. (udi)
















