Manajemen Bencana Jadi Syarat Pengembangan Wisata Borobudur

oleh
oleh

MAGELANG – Kajian Risiko Bencana (KRB) kawasan pariwisata Borobudur akan disusun.

Hal ini sebagai upaya memperkuat kawasan pariwisata super prioritas Borobudur dari bencana alam dan teknis penentuan KRB di kawasan pariwisata.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Edi Susanto mengatakan, Candi Borobudur telah ditetapkan menjadi salah satu kawasan pariwisata super prioritas oleh pemerintah pusat.

INFO lain :  Meski Membela Diri, Suyanti Ditetapkan Tersangka Pembunuhan

Oleh karenanya, manajemen bencana dipersyaratkan agar penanganannya lebih terarah.

“Manajemen bencana pada kawasan pariwisata, utamanya di kawasan Borobudur sangat penting dilakukan agar nantinya penanganan bencana lebih terarah,” ungkap Edi, Jumat, (4/9).

Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang Adi Waryanto mengatakan, kawasan Borobudur memiliki keanekaragaman kondisi alam dan faktor penduduknya.

Namun, di sisi lain Borobudur juga menyimpan potensi bencana yang dapat terjadi kapan saja. Oleh karenanya, diperlukan upaya penanggulangan bencana yang terarah dan terstruktur sebagai dasar perencanaan penanggulangan bencana.

INFO lain :  Dinkes Batang Temuan 75 Kasus HIV dan AIDS Selama 2018

“Mengingat Candi Borobudur sudah masuk dalam daftar destinasi wisata super prioritas pemerintah, sudah selayaknya Candi Borobudur menjadi tempat wisata yang aman dan nyaman, termasuk ramah bencana bagi turis yang akan menikmati megahnya candi terbesar di dunia ini,” ujar Adi.

INFO lain :  Polresta Banyumas Tahan Seorang Tersangka Penggelapan Sepeda Motor

Adi berharap, melalui kajian Risiko Bencana Kawasan Borobudur ini diharapkan dapat menentukan potensi bencana.

“Kepada OPD terkait di Wilayah Kabupaten Magelang, saya himbau untuk secara sinergis menyediakan data valid yang dibutuhkan dalam kajian, sehingga forum diskusi ini menghasilkan satu keputusan yang tepat dalam penyusunan Kajian Risiko,” tuturnya.(elm)