Serie A Butuh Jaminan, Bundesliga Disorot Perayaan Gol

oleh
oleh

ROMA – Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte membutuhkan banyak jaminan sebelum memberi lampu hijau dimulainya kompetisi Serie A.

Sebelum memulai musim, kami membutuhkan beberapa jaminan lagi dan, berbicara kepada Menteri Olahraga Vincenzo Spadafora, kami tidak memiliki itu untuk saat ini,” kata Conte dalam konferensi pers yang disiarkan televisi Italia, sebagaimana dilansir AFP, Minggu.

“Saya berharap itu semua bisa dicapai sesegera mungkin.”

Banyak klub menganggap bahwa protokol kesehatan, yang dibuat dengan susah payah oleh Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) dengan mengikuti rekomendasi Komite Teknis dan Ilmiah Pemerintah Italia, tidak mungkin diterapkan. Dua poin terbukti sangat bermasalah.

INFO lain :  Osaka Jadi Atlet Putri dengan Bayaran Termahal Dunia

Pertama, menyangkut kesulitan logistik bagi klub untuk mengatur periode latihan kelompok dua minggu dari hari Senin.

Para pemain secara teoritis harus berlatih bersama, kemudian makan dan tidur di pusat pelatihan atau hotel yang sepenuhnya tersedia untuk tim demi menghindari risiko penularan. Banyak klub ternyata tidak memiliki fasilitas ini.

Poin kedua menyangkut desakan pemerintah terkait karantina bagi seluruh tim dan staf yang terdeteksi positif dalam tes.

Klub-klub Italia lebih menyukai model yang dipakai Jerman, di mana hanya orang yang terinfeksi saja yang dikarantina.

INFO lain :  Pemain Diliburkan, Gaji Dipotong

Sementara itu, Liga Jerman sudah kickoff lagi sejak akhir pekan kemarin. Kehadiran Bundesliga diyakini mampu mengembalikan kegembiraan banyak orang.

Bundesliga resmi dimulai lagi pada Sabtu (16/5) setelah vakum lebih dari 2 bulan akibat pandemi virus corona.

Pertandingan dimainkan di stadion tanpa kehadiran para pendukung masing-masing tim yang biasanya memadati tribun.

Berbagai protokol kesehatan pun juga diterapkan untuk menanggulangi penyebaran COVID-19 di kalangan pemain, staf, dan penyelenggara pertandingan.

Akan tetapi, baru dimulai sehari, sudah terjadi pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan oleh beberapa pemain.

Dalam protokol kesehatan yang dibuat oleh DFL dengan tim medis, salah satunya merekomendasikan para pemain tidak melakukan selebrasi gol seperti biasanya.

INFO lain :  Pelatih PSIS Ian Andrew Gillian Dicopot


Kendati ada protokol demikian, masih saja ada beberapa pemain yang melakukan pelanggaran terhadap aturan tersebut.


Salah satu pemain yang melanggar adalah pemain Hertha Berlin, Dedryck Boyata.

Boyata kedapatan merayakan gol dengan mencium pipi rekan setimnya, Marko Grujic, dalam kemenangan 3-0 atas Hoffenheim.

Tindakan tersebut lantas menjadi perhatian berbagai pihak mengingat protokol kesehatan diterapkan sangat ketat.

Salah satunya adalah adanya jarak antar kursi para pemain pengganti dan diwajibkan mengenakan masker.