Tegal – Polisi mengamankan bungkusan kantong plastik putih diduga sebuah bom di halaman Kampus PGSD Universitas Negeri Semarang Jalan Pendidikan Kelurahan Kemandungkan, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, Selasa (03/03/2020).
Kapolresta Tegal AKBP Siti Rodhijah mengatakan temuan adanya barang yang diduga bom akan dilakukan lidik terlebih dahulu.
“Kita lidik dulu yag jelas ini baru dugaan bom, setelah kita panggil tim jihandak dan gegana tidak ditemukan. Dugaan semantara kita, ini bukan bom,” ungkap Siti Rondhijah.
Kapolresta mengatakan akan menunggu hasil penyelidikan.
“Lha itu, ini maksudnya apa. Apakah orang ini sengaja, tidak sengaja, ataukah apa kita lidik. Barang bukti kita bawa nanti kita lidik,” jelas Rondhi.
Terkait CCTV, Kapolresta menyebut bahwa CCTV di Unnes sedang mengalami kerusakan akibat disambar petir.
“CCTV di sini rusak kena petir, mungkin ini yang agak menyulitkan. Demikian juga keterangan saksi mata, yakni Satpam Unnes Wibowo (52) juga akan dilakukan penyelidikan,” tutur Kapolres.
Satpam Wibowo mengatakan, menerima laporan dari seorang cleaning service bernama Faisal Haris yang membawa kantong plastik yang isinya belum diketahui. Tetapi Wibowo memprediksi barang tersebut milik orang proyek, karena di Unnes kemarin baru saja ada proyek.
“Pengertian saya itu barang proyek, kemudian saya taruh di meja saya, namun kemudian di panggil oleh dosen, yang menanyakan itu apa? Saya jawab, jajanan owh. Tapi katanya jangan-jangan itu bom. Akhirnya karena merasa barang nemu akhirnya saya bawa lagi ketempatnya,” tutur Wibowo.
Bowo menyebut menemukan barang tersebut sekitar pukul 08.30 WIB dan
karena penasaran kemudian membuka bungkusan dan melihat ada jarum jam di dalam bungkusan. Akhirnya, Wibowo berinisiatif melaporkan ke pihak kepolisian yang tidak berapa lama akhirnya datang dengan sigap dan tanggap mengamankan barang yang diduga bom tersebut.nin
















