JAKARTA – Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Partaonan Daulay menilai hal wajar tingkat kepuasan publik terhadap Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin versi survei nasional Indobarometer mendapat angka 49,6 persen.
Menurut dia, angka itu wajar karena Ma’ruf Amin jarang tampil dibandingkan para menteri Presiden Joko Widodo (Jokowi).
“Kalau mau jujur, Ma’ruf Amin bisa jadi lebih jarang muncul dibandingkan dengan beberapa menteri yang ada. Katakanlah, misalnya, seperti menteri BUMN, menteri PUPR, Pertanian, perhubungan, dan lain-lain. Mungkin karena memang Ma’ruf tidak terlibat langsung dalam eksekusi program-program yang ada,” ujar Saleh dalam keterangannya, Senin (17/2).
Saleh menduga, hal itu memang sudah pembagian tugas Ma’ruf dengan Jokowi. Ketua Umum MUI itu belum kelihatan peran strategis di pemerintahan.
“Mungkin sudah bagi tugas dengan presiden. Saya dengar, salah satu tugas wakil presiden adalah fokus dalam bidang program deradikalisasi. Kalau itu, tentu porsinya sangat sedikit,” kata Saleh.
Anggota Komisi IX DPR, ini menambahkan, Ma’ruf tak terlihat banyak tampil pada acara seremonial di daerah-daerah. Dia kebanyakan tampil untuk acara keagamaan.
“Kalau yang sifatnya seremonial dalam bidang pembangunan fisik dan infrastruktur, keikutsertaannya masih tergolong sedikit,” kata Saleh.
Survei Indobarometer menunjukkan tingkat kepuasan publik kepada 100 hari Presiden Joko Widodo tinggi. Tingkat kepuasan ini bahkan melampaui tingkat kepuasan 100 hari Jokowi pada periode pertama.
Kepuasan kinerja Wapres Ma’ruf Amin ini lebih rendah dibandingkan Jusuf Kalla. Pada 100 hari Jusuf Kalla, tingkat kepuasan 53,3 persen dan tidak puas 38,8 persen.
Namun, kinerja menteri 100 hari lebih tinggi dibandingkan Wapres Ma’ruf. Tingkat kepuasan menteri Kabinet Indonesia Maju sebesar 54,4 persen dan tidak puas 28,1 persen.
“Kepuasan menteri, di atas kepuasan Wapres Ma’ruf Amin,” kata Direktur Eksekutif Indobarometer M Qodari.
Sumber : merdeka.com
















