Boyolali Bangun Jembatan Gantung Senilai Rp4,5 Miliar

oleh
oleh

BOYOLALI – Pemkab Boyolali akan membangun jembatan gantung untuk menggantikan jembatan kecil yang menghubungan masyarakat di Dukuh Bangunsari dan Dukuh Bakalan, Desa Klakah, Kecamatan Selo dengan jalur evakuasi.

Saat ini warga desa menggunakan jembatan kecil yang hanya bisa dilalui orang dan kendaraan roda dua. Nantinya, jembatan gantung dapat dilalui kendaraan roda empat sehingga memudahkan proses evakuasi jika terjadi bencana erupsi Merapi. Tanpa Jembatan, perjalanan untuk menuju lokasi evakuasi harus memutar sejauh tiga hingga empat kilometer.

INFO lain :  Atap Kelas Ambrol, Siswa di Boyolali Belajar di Samping Keranda Mayat

Untuk memastikan pembangunan jembatan tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Boyolali, Masruri meninjau langsung calon lokasi jembatan yang akan dibangun.

“Kasihan teman-teman dari Bangunsari kalau ada gunung meletus tidak usah naik tetapi lewat sini semua, lebih dekat,” ungkap Sekda Masruri, Jumat (14/2).

INFO lain :  Waktu Penutupan Ruas Jalan Lawu Diperpendek

Dikatakan Masruri, pembangunan jembatan akan menggunakan anggaran dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebesar Rp4,5 miliar.

Sementara Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kabupaten Boyolali, Bambang Sinungharjo menjelaskan dengan adanya jembatan gantung tersebut akan menjadi salah satu jalur evakuasi. Jembatan ini akan menjadi jalur alternatif evakuasi bagi 1.100 kepala keluarga di dua dukuh tersebut.

INFO lain :  Gending Ketawang Akan Lepas Jenazah Adipati Mangkunegara IX

“Itu merupakan jalan terdekat karena sebelum ada jembatan memutar tiga hingga empat kilometer. Itu merupakan jalur evakuasi yang untuk kepentingan apabila terjadi erupsi,” terangnya.(mht)