TEMANGGUNG – Aparat Polres Temanggung masih terus memburu pelaku perusakan ratusan tanaman kopi di ladang Wono Kembang di lereng Gunung Prahu, Kecamatan Tretep.
Kapolres Temanggung AKBP Muhamad Ali mengatakan, pihaknya terus berusaha, mencari titik terang pelaku, mengingat tempat kejadian perkara cukup jauh dari permukiman sehingga agak kesulitan untuk mengungkapnya.
“Terutama terkait saksi-saksi,” ujarnya, Senin (20/1).
Pihaknya tetap berusaha dengan membuat tim khusus untuk mengungkap kasus tersebut. “Kami memeriksa dalam arti ada yang dituangkan dalam tulisan, ada juga yang sifatnya hanya wawancara saja,” tegasnya.
Sebelumnya, diberitakan, 250 pohon kopi milik Sukiswo ditebas dan dirusak orang yang tidak diketahui identitas dan motifnya. Kejadian itu menggemparkan warga Desa Bendungan, Kecamatan Tretep.
Kasat Reskrim Polres Temanggung, AKP M Alfan Armin, mengatakan telah telah memeriksa enam warga, tetapi belum menetapkan tersangka.
“Penyidik masih terus mendalami keterangan yang diperoleh, kami belum menetapkan tersangka, bisa jadi pelaku bukan dari enam warga yang diminta keterangan. Di antara enam warga tersebut adalah pemilik lahan,” katanya.
Dia menyampaikan untuk pelaku masih dalam penyelidikan, termasuk dugaan motif pengrusakan lahan kopi tersebut masih didalami. (mht)















