JAKARTA – Kapolri Idham Azis mengangkat Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono sebagai Wakapolri.
Sedangkan posisi Kapolda Metro Jaya diisi Kapolda NTB Irjen Nana Sunjana. Rotasi anggota Polri itu sesuai Surat Telegram 3330/XII/KEP./2019 tanggal 20 Desember 2019, yang ditanda tangani Kapolri.
Ketua Presidium Ind Police Watch Neta S Pane mengatakan, prestasi Nana selama berkarir di Korps Bayangkara terbilang biasa. Bahkan tidak ada yang menonjol selama Nana menjabat Kapolda NTB.
Namun Nana memang pernah menjadi Kapolresta Solo saat Jokowi menjadi Wali Kota Solo. Setelah dinilai berhasil, Nana naik menjadi Wakapolda Jateng.
Tampilnya Nana sebagai Kapolda Metro menunjukkan Jokowi semakin hendak menonjolkan geng solo,” kata Neta dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (21/12).
Bukti lain, kata Neta, yakni Irjen Sigit, ia juga pernah menjabat Kapolresta Solo. Namun kini Sigit telah menjabat Kabareskrim. “Ini bukti Jokowi menonjolkan “geng solo” di Polri,” ungkapnya.
Neta mengingatkan tugas berat Nana sebagai Kapolda Metro Jaya harus mampu menyelesaikan kesemrautan lalu lintas di Ibu Kota termasuk ancaman terorisme dan aksi demo.
Nana perlu aktif melakukan pendekatan kepada para ulama dan komunitas keagamaan, seperti yang dilakukan Gatot selama ini. Ini tugas berat Nana,” ungkap Neta.
Sumber : jawapos.com
















