RSUD Purworejo Tagih BPJS Segera Bayar Tunggakan Rp 26,4 Miliar

oleh

Purworejo – BPJS Kesehatan masih nunggak Rp 26,4 miliar ke RSUD dr Tjitrowardjojo Purworejo. Pihak rumah sakit meminta agar BPJS segera melunasinya agar pelayanan berjalan dengan maksimal.
Plt Direktur RS dr Tjitro Wardjojo, drg Nancy Megawati, mengatakan tunggakan tersebut terjadi selama 3 bulan sejak Juni hingga Agustus 2018. Sedangkan untuk bulan September belum diajukan karena harus menunggu hingga akhir bulan nanti.

“Rata-rata per bulan jumlahnya Rp 8 miliar, jadi totalnya dikalikan 3 bulan jumlanya ada 24 miliar,” kata Nancy, Jumat (21/9/2018).

Nancy menambahkan, tidak hanya klaim sejumlah 24 milyar yang belum dibayarkan, namun BPJS juga masih ada kekurangan lain sejumlah 2,4 miliar yang masih dipending. “Bulan sebelumnya juga masih ada yang dipending sekitar 2,4 miliar,” imbuhnya.

INFO lain :  Gugatan Bapaslon Independen vs KPU Purworejo Mulai Disidangkan

Pihak rumah sakit meminta BPJS segera membayar kekurangan tersebut agar pelayanan bisa berjalan dengan maksimal. Selama ini, untuk pelayanan termasuk kebutuhan obat dan operasional pasien BPJS diambil dari talangan dana rumah sakit.

INFO lain :  Pencairan Dana Desa Tahap III di Temanggung Terganjal Persyaratan

“Bulan-bulan sebelumnya saya juga sampai datang sendiri ke kantor BPJS dan marah-marah, bikin surat ke pusat juga pernah. Ini kan untuk kepentingan masyarakat juga, saya meminta agar tunggakan tersebut segera dibayarkan agar pelayanan bisa maksimal,” lanjut Nancy.

Selain itu, pihak rumah sakit juga menyayangkan kebijakan BPJS terkait sistem rujukan berjenjang yang dirasa sangat merepotkan pasien. Bahkan, dengan adanya kebijakan tersebut, pasien BPJS jadi jauh berkurang.

INFO lain :  Lapak Pedagang Pasar Darurat Kedungwuni Pekalongan Diundi

“Saya harap BPJS menggunakan kebijakan sesuai dengan Permenkes tentang sistem rujukan yang lebih ringkas. Pasien BPJS yang kami layani per bulan jumlahnya sekitar 13.000 pasien dan sejak ada sistem berjenjang yang baru kini jumlahnya jauh berkurang,” pungkasnya.

Sumber detik.com