“Tahun ini kami memang memakai format tiga kategori, yakni U-11, U-13, dan U-15, setelah tahun sebelumnya hanya dua kategori usia,” kata Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppi Rosimin ditemui di sela-sela jumpa pers di GOR PB Djarum Jati Kudus, Senin.
Ia memprediksi dengan tiga kategori usia yang dijaring jumlah pendaftarnya akan membeludak karena sampai Senin (3/9/2018) pukul 15.00 WIB sudah mencapai 967 pendaftar.
Pada tahun 2016 ketika audisi umum memakai format U-13 dan U-15, katanya, jumlah pebulutangkis muda yang menjalani seleksi di Kudus mencapai 883 peserta, sedangkan tahun 2017 dengan kategori U-11 dan U-13 pendaftarnya mencapai 704 orang.
Alasan kembali membuka kategori U-15, kata dia, dalam rangka mengakomodasi pebulutangkis yang tahun lalu mengikuti audisi untuk kategori U-13.
“Kami mencoba memberikan kesempatan untuk mengikuti kembali audisi yang dimungkinkan ada perkembangan dari kemampuan bermain bulu tangkisnya dengan usia mereka yang semakin bertambah,” ujarnya.
Untuk kategori U-11, kata dia, pesertanya harus berusia antara 6-10 tahun, sedangkan U-13 untuk peserta dengan usia 11-12 tahun dan U-15 untuk peserta dengan usia 13-14 tahun.
Ia mengatakan audisi akan dilakukan dalam bentuk kompetisi dengan sistem gugur.
“Pebulutangkis muda yang belum berhasil di sejumlah kota audisi sebelumnya, bisa kembali mendaftarkan diri demi menjaga peluang mendapatkan Djarum Beasiswa Bulu tangkis,” ujarnya.
Untuk mendapatkan bibit atlet-atlet dengan potensi terbaik yang nantinya menjadi penerus nama-nama besar tersebut, PB Djarum menerjunkan tim pencari bakat yang dipimpin Christian Hadinata bersama sejumlah legenda bulu tangkis Indonesia dan pelatih PB Djarum, yakni Tan Joe Hok, Liem Swie King, Fung Permadi, Basri Yusuf, Antonius Budi Ariantho, Alan Budikusuma, Denny Kantono, Hariyanto Arbi, Marleve Mainaky, Herry Iman Pierngadi, dan Sigit Budiarto.
Christian Hadinata mengungkapkan perubahan kategori usia dalam Audisi Umum 2018 akan membuat peluang atlet muda untuk bergabung ke PB Djarum semakin terbuka lebar.
“Perubahan kategori usia ini sejalan dengan upaya kami menghasilkan generasi baru dengan harapan supaya semakin banyak bibit bertalenta yang bisa dijaring dan kelak diasah di PB Djarum,” ujar mantan atlet bulu tangkis nasional spesialis ganda ini.














