Diduga Tewas Tak Wajar, Makam Wahyu Nuriski Dibongkar Lagi

oleh

Pekalongan – Akibat diduga mati tak wajar, makam ibu berparas cantik bernama Wahyu Nuriski Anisah (24), warga Desa Sumub Kidul, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan terpaksa dibongkar polisi. Pembongkaran makam oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) dan Biddokkes Polda Jateng didampingi Satreskrim Polres Pekalongan ini untuk otopsi jenazah.

Proses pembongkaran makam dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Ratusan warga tampak memadati area pemakaman untuk menyaksikan proses pembongkaran makam tersebut.

“Selasa (24/7/2018) lalu pembongkaran dilakukan dan kini masih dalam pemeriksaan,” kata Suyanto, kakak sepupu korban, menuturkan, Rabu (25/7/2018).

INFO lain :  Heboh. Bekas Sumur Bor di Ladang Warga Sragen Semburkan Api

Ibu beranak satu itu meninggal dunia menjelang Lebaran 2018, tepatnya 10 Juni 2018, pukul 05.30 WIB lalu. Pihak keluarga baru melaporkan dugaan ketidakwajaran kematian korban di kepolisian pada 3 Juli 2018 kemarin.

Suyanto menambahkan, pihak keluarga melaporkan kematian itu ke Polres Pekalongan karena korban diduga meninggal tidak dengan wajar.

INFO lain :  Penemuan Motor dan Ular Sanca Misterius di Tegal

“Ada lebam hitam di leher. Dia (korban) sebelum meninggal juga baik-baik saja (sehat),” terang dia.

Tetangga korban, Slamet (27), mengatakan korban meninggal tiga hari sebelum Lebaran, pukul 05.30 WIB, dan dimakamkan pada sore harinya. Korban sudah memiliki seorang anak yang masih balita.

“Baru enam hari lalu pihak keluarga menggelar selamatan 40 hari kematiannya. Saat hidup korban cantik. Tinggi besar dan putih,” katanya.

Kasat Reskrim Polres Pekalongan AKP Agung Ariyanto mengatakan, pembongkaran mayat dilakukan untuk proses otopsi. Hal itu dilakukan menindaklanjuti pengaduan pihak keluarga korban yang curiga kematian korban tidak wajar. Korban, lanjut dia, meninggal sekitar 40 hari yang lalu.

INFO lain :  Pengedar Upal dan Dukun Palsu di Kendal Diringkus

“Laporannya memang agak terlambat. Mungkin kecurigaan-kecurigaan muncul setelah berjalannya waktu, ditambah berbagai suara-suara yang berkembang di masyarakat. Untuk hasil otopsi kita nanti nunggu Polda. Semoga dengan ini bisa menceritakan penyebab kematian korban,” katanya.edit