Ribuan Botol Miras Dimusnahkan di Wonosobo

oleh

Wonosobo – Polres Wonosobo memusnahkan ribuan botol minuman keras (miras) dan ratusan liter miras tradisional jenis Tuwir, Senin (14/5/2018). Pemusnahan dilakukan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Wonosobo.

Miras-miras tersebut merupakan barang bukti hasil operasi kegiatan kepolisian yang ditingkatkan selama bulan April 2018. Pemusnahan dipimpin langsung Kapolres Wonosobo AKBP Abdul Waras disaksikan Forkompinda, tokoh masyarakat, pimpinan ormas serta alim ulama.

Kapolres mengatakan, operasi yang digelar selama sebulan terakhir, selain menyita barang bukti juga dilakukan penindakan kepada para pedagang yang telah melanggar Perda.

INFO lain :  Gunung Merapi Luncurkan Guguran Lava Pijar Sejauh 1.400 Meter

“Mereka juga telah diajukan ke persidangan dengan perkara Tipiring di Pengadilan Negeri Wonosobo,” kata Kapolres.

Selain pemusnahan barang bukti, juga dilakukan penandatanganan Deklarasi Wonosobo Anti Miras oleh Forkompinda, alim ulama dan Ormas di Kabupaten Wonosobo. Deklarasi diharapkan segala unsur bersama-sama ikut andil menjaga Wonosobo bebas miras.

INFO lain :  2 Orang Tewas di Jalur Tengkorak Kertek

Menurut Kapolres, keberhasilan pemusnahan ribuan botol miras hasil operasi Polres Wonosobo tak lepas dari bantuan atau informasi dari masyarakat.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada seluruh lapisan masyarakat yang telah membantu keberhasilan operasi kepolisian,” imbuhnya.

Dikatakannya, pemusnahan yang digelarnya bukan akhir dari kegiatan kepolisian untuk menciptakan Wonosobo yang aman damai.

Bahkan dengan penandatanganan deklarasi, tentunya akan semakin ketat dalam pelaksanaan operasi. Tak hanya oleh kepolisian, akan tetapi akan dilakukan operasi gabungan dari Polri, TNI danSatpol PP.

INFO lain :  Pengendara Sepeda Motor Tertimpa Pohon di Kudus

“Kami mengimbau, bila memang diketemukan adanya penjualan miras, silahkan laporkan kepada Polri. Tidak harus datang ke Polsek atau Polres, cukup bisa langsung sampaikan kepada para Bhabinkamtibmas Polmas yang tersebar di seluruh desa dan kelurahan,” kata dia. (edi)