Pati – Musibah kebakaran yang diduga dipicu kompor gas meledak kembali terjadi di Kabupaten Pati. Kejadian kebakaran akibat kelalaian manusia terjadi di rumah janda yang bernama Nur Hayati, warga RT 3 RW 1, Kelurahan Parenggan, Kecamatan Pati Kota pada Rabu (9/5/2018). Peristiwa yang terjadi pukul 14.05 WIB itu tidak diketahui korban, pasalnya tengah membantu persiapan hajat di rumah tetangga.
Informasi yang berhasil dihimpun kebakaran ini diduga akibat sang pemilik rumah lupa mematikan kompor gas. Menurut kesaksian Sri Wahyuni, warga yang rumahnya tak jauh dari lokasi kejadian, awalnya dirinya mendengar warga sekitar berteriak-teriak meminta tolong saat api mulai berkobar.
Warga yang saat itu sedang beraktivitas sontak panik dengan adanya api yang sudah membakar atap rumah di lantai dua. Sebelum mobil pemadam kebakaran datang ke lokasi, puluhan warga berjibaku memadamkan api menggunakan alat seadanya.
“Saat itu saya baru saja usai salat. Lalu saya kaget mendengar warga berteriak minta tolong. Setelah saya cek, ternyata rumah milik Ibu Nurhayati sudah mengepulkan asap hitam dan api berkobar di atas atap. Terus saya sama staf perangkat desa menuju kantor pemadam kebakaran, ternyata warga sini ada yang telpon pemadam,” ungkap wanita yang juga kasi pemerintahan desa setempat itu.
Tak lama berselang, tim pemadam mengerahkan empat unit mobil Damkar dari Satuan Satpol PP dan perusahaan swasta. Selama proses pemadaman, petugas tampak kesulitan lantaran api justru semakin membesar dan membakar bagian dapur.
Api terus membesar lantaran kondisi angin cukup kencang berhembus. Ditambah sebagian bahan material rumah korban terbuat dari kayu jati, mengakibatkan api sulit dipadamkan.
“Hal inilah yang membuat para tetangga juga semakin panik. Karena memang rumah korban yang berada di tengah pemukiman dan berdekatan dengan rumah warga yang lain. Sementara api terus membesar karena cuaca sedang panas dan angin yang berhembus juga kencang,” tambah Sri Wahyuni.
Meski tak memakan korban jiwa, namun akibat kejadian ini korban yang ditaksir mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. Pasalnya, saat rumah dua lantai milik janda yang kesehariannya berjualan nasi itu sedang tidak ada di rumah.
Sehingga, nenek berusia 60 tahun itu tak sempat lagi menyelamatkan barang-barang yang berada di dalam rumah.(edi)
















