CILACAP – Lima orang tewas akibat menjadi korban minuman keras (keras) jenis oplosan di Kecamatan Majenang, Kabupaten Cillacap. Polisi telah mengamankan lima orang agen dan penjual miras dalam kejadian itu. Sedangkan pemilik agen besar dinyatakan buron.
Kapolres Cilacap, AKBP Djoko Julianto mengatakan, dari hasil investigasi ternyata terdapat sekitar 8 sampai 10 orang yang mengkonsumsi miras tersebut. Dari lima orang korban tewas, sebelumnya tiga orang dan terakhir bertambah dua orang.
Dua orang belakangan adalah Teguh Haryanto (45) warga Desa Cibeunying, Majenang dan Harin Mulyanto (42) warga Wanareja, Majenang. Sebelumnya korban meninggal akibat miras oplosan di Majenang adalah Ahmad Haryanto (29), Solihin Al Ibeng (48) dan Sugiyanto (33). Para korban meninggal rata-rata mencampur minuman mereka dengan teh soft drink dan obat batuk sehingga mengalami over dosis.
Polres Cilacap saat ini juga sudah menangkap 5 orang agen dan penjual miras yang selama ini mengedarkan miras di kawasan tersebut.
“Ada 4 penjual dan satu agennya,” kata Djoko Julianto.
Polres Cilacap telah berkoordinasi dengan Polda Jawa Tengah untuk melakukan penangkapan terhadap satu agen besar penjualan miras. Agen besar bernama Ari Wibowo tersebut masuk sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
Dia menjelaskan semua pelaku penjualan miras yang diamankan rata-rata berasal dari wilayah Majenang. Para penjual dan agen miras tersebut mengakui miras yang didapatkan berasal dari wilayah Kota Banjar Patroman, Jawa Barat.
Dari hasil penangkapan tersebut, pihaknya menyita sekitar 5.000 botol termasuk campur miras miras oplosan, ciu, tuak dan arak. Miras tersebut didapat dari gabungan miras yang ada di kecamatan Majenang dan sekitarnya.
Sakti (50 tahun), salah satu korban selamat dalam pesta miras oplosan di Cilacap, mengatakan, mengoplos sendiri dengan salah satu produk obat batuk.
“Saya beli terus campur tabs dituangi ke teko. Mengoplos sendiri, tapi saya tidak pakai Komix. Yang pakai Komix yang meninggal,” kata Sakti.
Dia mengonsumsi miras oplosan pada Rabu (24/5/2018) siang dan mulai merasakan sakit pada Kamis (25/4/2018). (edi)
















