Presiden Filipina sukses melobi secara pribadi untuk selamatkan Marry Jane

oleh

Di saat protes panjang dan permohonan pemerintah Australia agar pemerintah Indonesia tidak mengeksekusi Myuran Sukumaran dan Andrew Chan berakhir dengan kegagalan, nampaknya hal itu tak terjadi dengan pemerintah Filipina.

Upaya untuk menyelamatkan nyawa terpidana mati Mary Jane Veloso (30) dilakukan banyak kalangan termasuk Presiden Benigno Aquino yang ikut melobi untuk menyelamatkan nyawa ibu dua anak itu.

Ketika menghadiri KTT ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia, Presiden Aquino bertemu dengan rekannya Presiden Indonesia Joko Widodo. Saat itulah Aquino menyampaikan lobinya terkait Mary Jane kepada Presiden Joko Widodo.

INFO lain :  Ubah Paradigma Hukum dari Represif ke Preventif, Prasetyo Dapat HC dari Undip

Awalnya, lobi Presiden Aquino itu nampanyak tak membuahkan hasil. Presiden Jokowi memang menyampaikan simpatinya atas nasib yang menimpa Mary Jane namun tak memutuskan apapun.

Apalagi beberapa jam setelah pertemuan itu, Jaksa Agung Indonesia HM Prasetyo menegaskan Mary Jane tetap akan dieksekusi bersama delapan terpidana mati kasus narkoba lainnya.

INFO lain :  Ini Dia 7 Kampus Swasta Terbaik di Indonesia Versi AppliedHE

Namun, sejumlah pejabat Filipina mengatakan, Presiden Aquino kembali melakukan lobi intensif setelah mendengar kabar perempuan yang diduga menjadi perekrut Mary Jane menyerahkan diri kepada polisi Filipina pada Selasa (28/4/2015).

Presiden Aquino lalu mengatakan kepada Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi bahwa aparat keamanan Indonesia bisa menggunakan Mary Jane sebagai saksi untuk membongkar jaringan sindikat penyelundup narkotika.

INFO lain :  Pegawai Gaji Dibawah Rp5 Juta Dapat Bantuan. Lha Bagaimana dengan Guru Honorer?

“Kami memberikan tawaran yang sama-sama sesuai dengan kepentingan kedua negara, yaitu menyelamatkan nyawa Mary Jane agar bisa bersaksi dan memberikan keadilan bagi kedua negara,” kata Aquino.

Lebih jauh, Presiden Aquino mengatakan kesaksian Mary Jane akan memberikan kesempatan bagi aparat keamanan untuk menangkap para tersangka lain yang terlibat dalam kasus penyelundupan narkotika ini.