Grobogan – Api Abadi Mrapen yang ada di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, merupakan fenomena geologi berupa keluarnya gas alam yang tersulut api sehingga muncul dan menyala hingga tidak pernah padam saat hujan sekalipun.
Berdasarkan sejarah, munculnya api abadi Mrapen berawal dari perjalanan Sunan Kalijaga ketika ekspedisi boyongan untuk membangun Masjid Agung Demak usai Kerajaan Majapahit ditaklukkan Kesultanan Demak Bintoro pada tahun 1.500-1.518 Masehi. Ketika sampai di Desa Manggarmas mereka beristirahat.
Ketika membutuhkan air minum untuk para prajurit, Sunan Kalijaga menancapkan tongkat ke tanah.Namun yang muncul justru api yang dikenal Api Abadi Mrapen. Kemudian saat Sunan Kalijaga menancapkan tongkat kembali ke tanah di lokasi berbeda, muncul sumber air yang saat ini dikenal dengan Sendang Dudo. Dua kisah itulah yang melatarbelakangi Api Abadi Mrapen.
“Api Abadi Mrapen tersebut, juga kerap menjadi sumber api obor untuk agenda olahraga baik tingkat nasional maupun internasional,” kata Staf Tenaga Teknis Kegiatan Umum Api Abadi Mrapen Grobogan Annas Rofiqi di Grobogan.
Berdasarkan monumen yang ada di sekitar api abadi Mrapen, pertama kali dimanfaatkan untuk menyalakan obor Pesta Olahraga Negara-Negara Berkembang atau Games of the New Emerging Forces (GANEFO) tahun 1963.
Kemudian penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) X Jakarta 1981 juga mengambil api dari tempat tersebut. Dilanjutkan pada perhelatan PON XIV tahun 1996 menyalakan obornya dari Api Abadi Mrapen.
Berikutnya ada Asian Games 2018 dan yang terbaru saat kirab obor ASEAN Para Games Solo 2022 juga diambilkan dari Api Abadi Mrapen Grobogan pada Sabtu (23/7).
ASEAN Para Games Solo 2022 tersebut, diikuti 11 negara yang terletak di Asia Tenggara. Di antaranya, Thailand, Malaysia, Filipina, Singapura, Kamboja, Myanmar, Timor Leste, Brunei, Laos, Vietnam, dan tuan rumah Indonesia.
Kirab obor ASEAN Para Games Solo 2022 dimulai Sabtu (23/7) dan diharapkan tiba di Solo sebagai tempat pembukaan pada Minggu (24/7).
Sementara pembawa kirab obor dipercayakan kepada atlet renang asal Kabupaten Grobogan, Solikhan yang meraih medali emas di ajang Pekan Paralimpic Provinsi (Peparprov) Provinsi Jateng 2018. Kehadirannya diharapkan menjadi penyemangat atlet Tanah Air untuk bisa meraih prestasi membanggakan.
Direktur III Bidang Pendukung Pertandingan Indonesia National Paralympic Organization Comittee (INASPOC) Hendri Oka menjelaskan kirab obor ASEAN Para Games Solo tersebut melintasi empat kota.














