Batang – Sekitar hampir 60 persen jalan di wilayah Kabupaten Batang rusak. Jalan-jalan itu rusak dan mendesak dilakukannya perbaikan.
Namun keterbatasan anggaran, menjadikan kondisi itu tak bisa segera diatasi. Perbaikan dilakukan dengan skala prioritas pada jalan-jalan kota. Sementara warga di pinggiran sepertinya harus bersabar.
Keterbatasan anggaran menjadikan Pemkab Batang tidak serta merta bisa memperbaiki semua dalam tahun ini. Pilihannya, Pemkab memprioritaskan perbaikan di jalan kota lebih dulu.
“Tahun depan akan kita perbaiki, untuk tahun ini kita fokus perbaikan jalan di Kota Batang,” kata Bupati Batang Wihaji saat memberikan sambutan akhirussanah khotmil Quran di Pondok Pesantren Sabilulnaja Dukuh Banaran Desa Selopajang Barat, Sabtu ( 5/5/18) malam.
Wihaji mengatakan, jalan kecamatan yang menjadi prioritas jalan Kabupaten baru akan difokuskan perbaikan tahun depan. Sementara jalan desa, bisa menggunakan dana desa untuk perbaikannya.
“Jalan desa bisa menggunakan dana desa,” kata dia.
Sementara dalam kesempatan itu, Wihaji menyampaikan bahwa saat ini sudah memasuki zaman teknologi informasi yang sangat berpengaruh dalam kehidupan dan anak sebagai generasi bangsa. Larena orang tua sekarang lebih asyik dengan handphone dan lebih mementingkan aplikasi chatting seperti whatapps.
Hal itu menjadikan interaksi orang tua dan anak berkurang.
“Jangan punya pikiran pendidikan Ponpes tidak punya masa depan, karena tugasnya orang tua hanya mendidik anak perkoro nasibe anak diserahkan kepada Allah, karena kita tidak tahu satu detik kedepan,” pungkasnya. (edi)















