Pati – Seorang siswa Madrasah Aliyah (MA) Miftahul Ulum Pati dibacok saat sedang mengikuti konvoi kelulusan, Kamis (3/5/2018). Siswa yang bernama Ahmad Fathoni (17) asal Desa Sumbersari RT 03 RW 02 Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati ini mengalami luka bacok pada bagian kepala dan tangannya.
Informasi yang berhasil dihimpun, korban dibacok oleh seorang pelajar lain yang juga sedang mengikuti konvoi. Usai kejadian korban langsung dilarikan dilarikan ke RSUD Kayen yang selanjutnya dirujuk di RSUD Soewondo Pati.
Aksi pembacokan itu terjadi di jalan penghubung Desa Tgoloayu-Gabus, tepatnya di Desa Mojolawaran. Pada saat itu, korban bersama dengan dua orang temannya sedang melakukan arak-arakan dari arah Gabus menuju Tlogoayu.
Namun, saat sampai di lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP), yakni di Desa Mojolawaran, Kecamatan Gabus, korban melihat rombongan arak-arakan dari arah yang berlawanan.
Merasa tidak bisa lewat, korban kemudian balik arah untuk menghindari konvoi tersebut. Namun, salah seorang pelajar dari konvoi yang berpapasan dengan korban justru mengejar korban hingga akhirnya membacok korban pada bagian kepala dan tangannya.
Kapolres Pati AKBP Uri Nartanti melalui Kapolsek Gabus AKP Sutoto saat dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menuturkan ketika petugas kepolisian mendatangi TKP, ditemukan ada banyak pelajar yang melakukan tawuran. Hanya, pada saat petugas datang, mereka kabur dan meninggalkan sejumlah motor beserta senjata tajam.
“Untuk korban pembacokan, kami belum bisa berkomentar. Sebab, sampai saat ini belum ada laporan. Tetapi dari hasil temuan kami di TKP, kami mengamankan sejumlah pelajar dan beberapa barang bukti yang mereka bawa sebelumnya,” terang AKP Sutoto.
Ditambahkan AKP Sutoto, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya ada celurit, regam, besi, kayu, dan batu. Petugas juga mengamankan motor yang digunakan para pelajar untuk konvoi.
“Sejumlah barang bukti berhasil diamanakan diantaranya celurit, regam, besi, kayu, dan batu serta sepeda motor yang digunakan para pelajar untuk konvoi,” imbuh AKP Sutoto.(edi)
















