KEBUMEN – Angka kemiskinan di Kabupaten Kebumen, dapat dipastikan meningkat akibat pandemi Covid-19.
Pasalnya, selama pandemi banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan maupun menghentikan usaha.
Bupati Kebumen Yazid Mahfudz mengatakan, mayoritas seluruh sektor pekerjaan terdampak.
“Buktinya, gelombang perantauan yang pulang ke Kebumen sangat tinggi,” katanya, Senin (1/6).
Hingga akhir Mei 2020, tercatat sebanyak 73.550 orang perantauan kembali ke Kebumen.
“Ada yang di-PHK, ada yang dirumahkan. Ini memang sangat berdampak,” bebernya.
Pemudik kehilangan pekerjaan otomatis meningkatkan angka pengangguran. Pasalnya, di Kebumen sendiri, sejumlah usaha skala rumah tangga maupun industri berhenti karena Covid-19. Akibatnya, pendapatan masyarakat jauh menurun.
“UKM, pariwisata, hotel tamunya hanya beberapa orang, semuanya berhenti,” jelasnya.
Menurut dia, persoalan kemiskinan dan pengangguran ini akan menjadi masalah nasional. Pasalnya, Covid-19 berdampak ke seluruh Indonesia.
Hanya saja, dampak di beberapa daerah berbeda. Selain itu, tiap daerah juga menghadapi variabel masalah yang berbeda.
“Untuk mengurangi tingkat pengangguran, kita akan secepatnya menerapkan kenormalan baru, saat pemerintah pusat menilai Kebumen telah siap,” tegasnya.
Dalam era normal baru itu, usaha kecil menengah (UKM) dan sektor wisata akan digenjot.(mht)
















