Ratusan napi terorisme di Nusakambangan ikut program deradikalisasi Kemenkumham

oleh

“Jadi intinya di sana, dimulai dari mana, ya dari kecil, dari keluarga, karena keluarga-keluarga itu yang nantinya akan mendidik dan kemudian menjadikan dia seorang yang radikal atau tidak radikal selain adanya pengaruh-pengaruh luar,” katanya.

Ia mengakui saat sekarang dengan teknologi luar biasa, pengaruh ideologi luar yang mungkin mereka tidak pahami bahwa tidak ada ideologi yang sebagus ideologi bangsa Indonesia.

“Itu yang utama, jadi kita harus hadir, negara harus hadir dari sebelum, pada saat, dan setelah dilakukan pembinaan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati mengatakan asimilasi juga menjadi persoalan karena masyarakat mungkin masih was-was dan napi yang menjalani asimilasi maupun sudah bebas dari hukuman masih merasa canggung.

INFO lain :  Sebulan, Polres Purbalingga Ungkap Empat Kasus Narkoba

Menurut dia, napi asimilasi maupun yang sudah bebas itu perlu didekati serta difasilitasi karena tidak menutup kemungkinan mereka ingin membuka usaha, membutuhkan layanan kesehatan, dan sebagainya.

Oleh karena itu, kata dia, Pemerintah Kabupaten Cilacap melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik setempat mempunyai program-program bagi napi kasus terorisme yang baru keluar dari lapas.

Kapolresta Cilacap Kombes Pol Fannky Ani Sugiharto mengatakan hingga saat ini deradikalisasi di wilayah Cilacap masih bisa dipantau.

INFO lain :  Kementerian PUPR selesaikan pembangunan SPAB Kali Ori Banjarnegara

“Tapi yang jelas, kami sinergi dengan pemkab untuk memonitor tentang ini karena sekarang mungkin akan ada pergeseran-pergeseran, mengingat situasi politik juga yang perlu kita waspadai,” tegasnya.

Ia mengatakan banyak kegiatan yang dilaksanakan seperti akan melaksanakan Polisi RW sebagai salah satu bentuk pendekatan Polresta Cilacap untuk mendatakan masyarakat, sehingga bisa melakukan upaya pencegahan.

Dalam paparan Direktur Kontra Terorisme Deputi Bidang Kontra Intelejen BIN disebutkan bahwa terorisme adalah ancaman terhadap negara karena terorisme muncul dari intoleran dengan kekerasan, sehingga pihaknya akan melakukan evaluasi bersama pihak-pihak terkait.

INFO lain :  Sodomi 30 Anak di Hutan Pinus di Cilacap

Salah satu evaluasi yang akan dilakukan adalah meningkatkan asesmen yang lebih mendalam, terkait motivasi napi terorisme dalam melaksanakan ikrar kembali ke NKRI, apakah ikrar dilakukan dengan benar-benar atau hanya sebuah alasan mereka ingin cepat keluar dari dalam tahanan.

Selain itu, peserta diskusi diimbau untuk selalu berhati-hati dan tidak lengah terhadap pertumbuhan terorisme yang saat ini terlihat mulai mereda atau landai, namun bisa saja para teroris ini tengah menyiapkan strategi.

Sumber Antara