Kerajinan tas anyaman limbah plastik produksi Pati tembus pasar ekspor

oleh

“Kemudian kalau ada permintaan dari luar negeri seperti Belgia, kami juga berkoordinasi dengan Bank Indonesia,” tegasnya.

Disinggung mengenai keikutsertaannya di ajang Bursa KUKM Jateng 2023, Syahrial mengaku cukup puas meskipun jarak antara Pati dan Purwokerto tergolong jauh, sehingga biaya operasionalnya menjadi tinggi.

Kendati demikian, dia mengatakan semua itu dapat dimanfaatkan untuk memperluas pasar dan jejaring pemasaran dengan merekrut agen maupun reseller baru.

INFO lain :  Pabrik Gula Rendeng Kudus targetkan produksi 15.200 ton pada 2023

“Kami pun cukup puas karena pada hari pertama kemarin (12/5), nilai transaksi kami di Bursa KUKM bisa mencapai kisaran Rp4 juta,” katanya.

INFO lain :  Pemkab Kudus Izinkan Masyarakat Menggelar Acara Pernikahan

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melakukan pelepasan ekspor sejumlah produk UMKM dari tujuh pelaku usaha dan masing-masing dalam satu kontainer, empat kontainer di antaranya merupakan produk Banyumas yang dilepas secara langsung di Purwokerto, Jumat (12/5).

INFO lain :  Kasus Amputasi di Kudus Tergolong Tinggi

Sementara tiga kontainer berangkat dari perusahaan masing-masing, salah satunya membawa produk kerajinan tas buatan CV Syam’s Indonesian Handicraft, sedangkan dua kontainer lainnya dari Purbalingga.

Sumber Antara