Terkait dengan kejadian tersebut, dia mengaku masih ragu terhadap kesiapsiagaan Cilacap dalam menghadapi bencana tsunami seiring dengan adanya potensi gempa Megathrust di laut selatan Jawa.
Padahal, kata dia, saat sekarang telah ada Surat Edaran Bupati Cilacap terkait dengan delapan klaster penanggulangan bencana, namun ternyata klaster-klaster yang terbentuk belum terbiasa berkomunikasi dalam kebencanaan.
Dari delapan klaster tersebut, baru Klaster Kesehatan yang menunjukkan kesiapannya dengan menggelar simulasi di Markas Komando Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Cilacap.
“Ini menjadi pelajaran berharga menjelang berakhirnya masa dinas saya. Kami berharap bahwa kesiapsiagaan terhadap bencana di Cilacap sudah betul-betul siap,” katanya.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Cilacap, jumlah warga yang mengungsi saat terjadi banjir pada Kamis (27/4) malam mencapai 224 jiwa yang tersebar di sejumlah lokasi pengungsian.
Sumber Antara
















