Ada 38 Koleksi Baru di Museum Kretek Kudus

oleh
Penyerahan hibah foto, piring untuk promosi hingga etiket rokok dari ahli waris pengusaha rokok era penjajahan Belanda kepada Pengelola Museum Kretek Kabupaten Kudus.

Kudus – Museum Kretek Kudus, Jawa Tengah, memiliki tambahan koleksi benda-benda bersejarah setelah ahli waris dari salah satu pengusaha rokok era penjajahan Belanda menghibahkan 38 foto, piring untuk promosi hingga etiket rokok.

“Semua koleksi yang baru diterima ini, nantinya akan kami konsultasikan dengan Museum Ronggowarsito soal keasliannya,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Museum Kretek dan Taman Budaya Yusron ditemui di sela-sela penyerahan hibah koleksi untuk Museum Kretek saat acara sosialisasi Museum Kretek di sebuah hotel di Kudus, Rabu.

Langkah selanjutnya, kata dia, dilakukan konservasi dan mengkaji koleksi yang baru diterima tersebut, sehingga bisa diketahui arti dari masing-masing alat tersebut.

“Setelah diketahui makna dan sejarah benda-benda koleksi baru tersebut, kemudian diseminarkan baru bisa diputuskan koleksi baru tersebut akan dipajang atau disimpan di tempat penyimpanan koleksi museum,” katanya.

Ia mengatakan sebanyak 35 barang yang diterima dari ahli waris pengusaha rokok bernama Haji Muhammad Nur Hamid itu meliputi 26 foto terkait perusahaan hingga keluarga besar pengelolanya, tiga buah piring yang digunakan untuk mempromosikan, dan sembilan etiket rokok.

Pada kesempatan tersebut, dia juga menyampaikan terima kasih kepada ahli waris karena tanpa ada hibah dari ahli waris pemilik Pabrik Rokok (PR) H.M. Noer Chamid tentunya koleksi museum juga terbatas.

Zein Hidayat, ahli waris dari pemilik PR HMC Noor Hamid, mengatakan hibah tersebut bertujuan untuk menambah koleksi Museum Kretek sehingga pengunjung bisa melihat sejarah kesuksesan PR H.M. Noer Chamid yang dirintis sejak tahun 1909 dan tahun 1922 resmi terdaftar.

Hingga kini, kata Zein yang merupakan anak kesembilan dari 10 bersaudara, belum ada yang meneruskan usaha di bidang industri rokok yang dirintis ayahnya Haji Muhammad Nur Hamid setelah tutup tahun 1966.

Rokok yang diproduksi oleh keluarganya itu, kata dia, terdiri atas beberapa merek mulai dari cap saboek, empat koeda, hingga olivah. Sedangkan lokasi pabriknya di Dukuh Kedungpaso, Desa Sunggingan, Kecamatan Kota kudus.

Sumber Antara