Kudus – Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah melakukan perbaikan lima puskesmas dan satu puskesmas pembantu agar bisa diandalkan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat setempat.
“Kelima puskesmas yang menjadi sasaran program perbaikan, termasuk Puskesmas Sidorekso yang dikeluhkan pasien karena atap ruangannya yang rusak parah,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Andini Aridewi di Kudus, Kamis.
Total anggaran untuk memperbaiki enam pusat layanan kesehatan masyarakat di daerah itu mencapai Rp8,325 miliar.
Puskesmas Sidoreksi mendapatkan alokasi renovasi Rp2,2 miliar, Puskesmas Jati Rp1,9 miliar, Puskesmas Mejobo Rp1,1 miliar, Puskesmas Rendeng Rp1,5 miliar, Puskesmas Rejosari Rp1,3 miliar, dan Puskesmas Pembantu (Pustu) Rahtawu Rp325,6 juta.
Hingga saat ini, proses pelaksanaan perbaikan tersebut memasuki tahap lelang, sehingga dalam waktu dekat bisa direalisasikan program itu.
Perbaikan sejumlah puskesmas tersebut, ada yang terkait dengan bangunan karena ada ruang pelayanan yang kurang optimal.
“Sehingga harus diperbaiki agar kualitas layanannya semakin meningkat,” ucap dia.
Bupati Kudus Hartopo berharap, semua puskesmas di daerah itu secara umum dalam kondisi baik dan tidak ada yang mengalami kerusakan, mengingat tempat itu menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat.
“Termasuk Pustu Rahtawu setelah ada renovasi benar-benar difungsikan dengan baik, mengingat warganya berada di daerah terpencil dan tidak memungkinkan datang ke puskesmas terdekat karena jaraknya cukup jauh,” ujarnya.
Sumber Antara













