Satgas Pungli Awasi Pembagian Bantuan Sembako

oleh
oleh

PEKALONGAN – Tim Satuan Tugas Pungutan Liar Kota Pekalongan, melakukan pantauan pembagian bantuan sembako di enam kelurahan sebagai upaya mengantisipasi adanya penyimpangan.

Ketua Tim Saber Pungli Kota Pekalongan Kompol Gangsar Subagiyo mengatakan bahwa pihaknya siap menampung keluhan masyarakat jika ada hal-hal di lapangan yang tidak sesuai dalam penerimaan bantuan itu.

“Masyarakat bisa lapor ke Babinsa atau langsung ke tim saber pungli jika bantuan yang diterima oleh warga dipotong atau tidak sesuai agar secepatnya bisa ditindaklanjuti. Selain itu, para penerima tidak boleh terbebani atau dipotong bantuannya” katanya, Sabtu (3/10).

INFO lain :  Dua dari Tiga Korban Tenggelam di Sungai Donan Cilacap Ditemukan Tewas

Gangsar mengatakan sebanyak enam kelurahan yang sudah dipantau dalam pelaksanaan bantuan sembako itu adalah Kelurahan Kalibaros, Pringrejo, Padukuhan Kraton, Poncol, dan Sapuro Kebulen.

“Pantauan itu sekaligus sebagai upaya melihat kondisi di lapangan apakah pembagian bantuan sembako itu sudah dilaksanakan sudah sesuai, artinya jumlah penerima sama data yang ada,” katanya.

INFO lain :  Operasi Antik Candi, Polres Batang Ringkus 20 Pemakai dan Pengedar Narkoba

Namun, kata dia, dari hasil pemantauan pembagian bantuan sembako di enam lokasi, tim saber pungli tidak menemukan adanya penyimpangan atau pungutan liar.

Pada kesempatan itu, Kompol Gangsar juga menyampaikan pada masyarakat yang menerima bantuan sembako itu tetap mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan dengan menggunakan sabun, dan jaga jarak.

“Kami minta pada penerima bantuan harus wajib mengenakan masker, cuci tangan, dan jaga jarak. Jangan sampai ada klaster penularan COVID-19 karena ketidaktertiban saat mengambil bantuan sembako,” katanya.

INFO lain :  Jual Pupuk Bersubsidi Ilegal-Lebih Mahal di Sragen Diungkap

Menurut dia, pihaknya akan menghentikan pembagian bantuan sembako apabila para penerima tidak mau mematuhi protokol kesehatan.

“Ini sebagai bentuk pencegahan, apalagi hal itu sudah disampaikan oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (agar menghentikan kegiatan pembagian sembako, red.) apabila penerima tidak patuh protokol kesehatan,” katanya.(eka)