SOLO – Pemkot Solo membuat kebijakan bahwa kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka akan dimulai tahun depan tepatnya tanggal 2 Januari 2021.
Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo mengatakan, kebijakan itu masih akan diatur lebih detail lagi.
“Itu pun diatur, tatap muka dan jarak jauh masing-masing 50 persen,” ujarnya, Selasa (14/7).
Bahkan, meski berada di bawah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk kegiatan belajar mengajar SMA/SMK juga akan dilakukan di waktu yang sama.
“SMA/SMK boleh menganggap itu tanggung jawab provinsi, tetapi itu rakyat saya. Kalau terpapar yang repot saya,” sebutnya.
Rudy menerangkan ada sekolah yang sudah meminta kepada dirinya untuk masa pengenalan lingkungan sekolah.
Bahkan, pihak pemkot terpaksa membubarkan kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah di Wisma Batari Surakarta yang dilakukan oleh salah satu sekolah swasta di Kota Solo.
“Karena tidak izin, pokoknya semua harus mulai awal tahun depan. Yang penting kualitas pendidikan tidak menurun,” tegasnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta Etty Retmowati mengatakan, telah membuat surat edaran (SE) Nomor 422.3/1237 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran 2020/2021 Pada Satuan Pendidikan Wilayah Solo.
“Pada tahun ajaran baru ini KBM tatap muka belum kami terapkan,” imbuhnya.
Ia mengatakan langkah tersebut dilakukan karena Kota Solo masih berstatus kejadian luar biasa (KLB) Covid-19.
“Pembelajaran jarak jauh berlaku seluruh sekolah negeri dan swasta dari tingkat PAUD, SD, SMP, SMK, dan SMA,” tandasnya. (lam)















