Rumah Penerima Ditempeli Stiker Miskin

oleh
oleh

KUDUS – Pemkab Kudus segera memberlakukan kebijakan penempelan stiker pada rumah warga miskin yang menerima bantuan sosial sebagai penanda keluarga penerima manfaat.

Pelaksana tugas Bupati Kudus M Hartopo mengatakan, langkah itu dilakukan sebagai bentuk transparansi dalam pemberian bantuan. “Termasuk sebagai bahan evaluasi di masyarakat apakah yang menerima memang layak atau tidak,” ungkapnya, Selasa (12/5).

Dirinya telah memerintahkan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kudus segera melakukannya secepatnya. Bahkan ditarget selesai pada pekan ini.

INFO lain :  Tipu 122 Orang Jadi PNS, Raup Miliaran Rupiah

“Dengan ada stiker, maka masyarakat juga ikut memantau dan mengawasi. Setidaknya ketika ada kekeliruan dalam penyalurannya bisa dievaluasi kembali,” sebutnya.

Demikian halnya, lanjut dia, bantuan sosial terhadap masyarakat terdampak Covid-19 juga bisa ikut diawasi bersama guna memastikan bantuan tersebut tepat sasaran.

Sekretaris Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kudus Sutrimo mengungkapkan sebagian stiker sudah ada yang dicetak, namun ada beberapa evaluasi oleh Inspektorat.

INFO lain :  Nyaru jadi Pasie RS, IM Pura-pura Pinjam Hp Lalu Kabur

“Jika selesai, tentunya langsung dicetak dan bisa langsung ditempelkan di rumah-rumah penerima bantuan sosial,” terangnya.

Rencananya akan dicetak 45.000 stiker, yang di dalamnya memuat keterangan sebagai penerima bantuan sosial berupa Program Keluarga Harapan (PKH), Penerima Bantuan Iuran (PBI), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Kartu Indonesia Pintar (KIP), atau Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

INFO lain :  Polres Boyolali Kembali Tangkap Pelaku Geng Klitih

Adanya pemasangan stiker tersebut, kata dia, sekaligus sebagai bentuk transparansi karena masyarakat juga bisa mengawal apakah bantuan sosial dari pemerintah tepat sasaran atau tidak.

Di bagian bawah stiker, juga tertera tulisan “kami adalah rumah tangga penerima manfaat yang berdaya dan siap untuk mandiri”.(mht)