MAGELANG – Bambang Nurdiansyah menyerahkan nasibnya sebagai pelatih PSIS Semarang ke manajemen.
Banur, panggilan akrabnya, telah membawa PSIS tetap berada kompetisi tertinggi Liga Indonesia usai pertandingan pamungkas kompetisi Liga 1 2019 melawan Bhayangkara FC di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Sabtu (21/12) malam.
Dalam laga itu, laskar Mahesa Jenar harus mengakui keunggulan tim tamu dengan skor 2-3.
Banur menegaskan, masih atau tidaknya ia menjadi pelatih kepala, dirinya akan menunggu keputusan resmi manajemen klub.
“Kalau ditanya, soal saya bertukar posisi, mengapa tidak? Yang terpenting buat saya demi kemajuan PSIS saya serahkan ke manajemen,” ujarnya kepada awak media.
Dirinya tidak mau berandai-andai, dengan kemungkinan dirinya pindah posisi.
“Kalau ditugaskan menjadi direktuk teknik ya monggo tidak masalah, biar Dragan naik jadi pelatih kepala, biar Dragan jantungan juga,” sebutnya sambil tertawa.
Banur mengaku selama menangani PSIS sering tidak nafsu makan dan jantungnya berdenyut kencang karena performa tim yang naik turun.
“Naik turun naik turun, sampai tidak nafsu makan saya memikirkan itu, tetapi saya sama dengan pelatih yang lain, datang dan pergi itu hal yang biasa. Saya tidak mau berandai-andai dan tergantung manajemen, tergantung Mas Yoyok,” bebernya.
Banur sendiri didatangkan oleh manajemen PSIS pada Bulan Agustus silam untuk menggantikan peran Jafri Sastra yang saat itu diberhentikan di tengah kompetisi Liga 1 2019.
Saat ini PSIS memang santer dikabarkan akan mengangkat Dragan Djukanovic menjadi pelatih kepala musim depan.
Hanya saja manajemen klub belum mengumumkan secara resmi dan mengaku masih akan menggelar rapat internal terlebih dahulu. (mht)
















