Cilacap – Setelah dihebohkan kasus siswa SD diduga keracunan akibat permen jely stick di Kendal dan Cilacap, kasus serupa kembali terjadi. Bukannya permen, kali ini dugaan keracunan berasal dari susu.
Lima belas pelajar Sekolah Dasar Negeri Sidanegara 3 Kelurahan Sidanegara Kecamatan Cilacap Tengah Kabupaten Cilacap mendadak mengeluhk mual, pusing dan muntah. Empat diantaranya terpakda harus dirujuk dan masih dirawat di RSUD Cilacap akibat keracunan itu.
“Mereka diduga keracunan setelah minuman susu cair kemasan sachet merk Susu Murni Nasional saat jam istitahat di sekolah”ungkap Kapolres Cilacap AKBP Djoko Julianto melalui Kasubbag Humas AKP Bintoro Wasono, Selasa (9/10).
Kasubbag Humas mengatakan, peristiwa terjadi Senin tanggal 8 Oktober 2018 di SDN Sidanegara 3 yang berlokasi di Jalan Kendeng No.54, Gunungsimping, Cilacap Tengah, Kabupaten Cilacap.
Kejadian bermula pada jam istirahat sekitar pukul 09.00 WIB. Beberapa siswa diketahui membeli dan minum susu dari seorang pedagang depan sekolahan.
Kemudian sekitar pukul 11.00 WIB kemudian, beberapa siswa yang telah meminum susu tersebut mengalami sakit perut dan muntah muntah serta pusing.
“Atas kejadian itu, pihak sekolah segera membawa 15 siswa yang mengalami gejala keracunan ke Puskesmas Cilacap Tengah 1 untuk dilakukan penanganan medis,” kata Kasubbag Humas.
Dari 15 pelajar yang diduga keracunan setelah dirawat di Puskesmas Cilacap Tengah 1 , 11 pelajar dinyatakan sehat dan diperbolehkan pulang. Namun empat pelajar lainnya terpaksa harus di rujuk ke RSUD Cilacap untuk dilakukan perawatan.
Sementara, hasil penyelidikan petugas Polsek Cilacap Tengah diketahui bahwa susu sachet merek Susu Murni National itu dibeli dari KM alias Khayat, warga jalan Mundu Desa Kalisabuk Kecamatan Kesugihan Cilacap.
Dari bungkus bekas sachet Susu Murni National yang berhasil di amankan oleh petugas bahwa kadaluarsa dari produk tersebut tetera tanggal 15 Oktober 2018.
Menindaklanjuti kejadian tersebut kepolisian Polsek Cilacap Tengah telah mengumpulkan sejumlah keterangan baik dari korban dan beberapa saksi. Termasuk penjual susu.
“Pemeriksaan di lokasi tempat penyimpanan susu sebelum dijual ke pasaran. Contoh darah dan urin dari korban juga sudah diambil untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium,” kata dia.edit
















