Tegal – Petani di wilayah Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal diimbau membangun Rumah Burung Hantu (Rubuha) di areal sawahnya. Di wilayah tersebut diketahui terdapat endemis tikus.
Camat Kedungbanteng, Imam Maskur mengatakan, Rubuha menjadi salah satu upaya meningkatkan hasil panen petani.
“Maka harus membangun Rubuha sekaligus diberi burung tyto alba,” kata Imam Maskur, Senin (16/7/2018).
Pengadaan Rubuha dan burung hantu tyto alba, Imam menyarankan agar menggunakan Dana Desa (DD) atau Alokasi Dana Desa (ADD). Tiap desa, kata Imam, minimal harus ada 10 unit rubuha yang disebar di seluruh perdukuhan, utamanya di areal pertanian yang endemis tikus.
“Kebijakan saya ini, tiap desa harus membangun Rubuha 10 unit. Diusulkan dalam APBDes tahun 2018. Alhamdulillah, semua desa menyetujui,” tambahnya.
Menurut Imam, rubuha sebanyak 10 unit itu, dianggarkan minimal Rp 25 juta. Sejauh ini, sudah ada beberapa desa yang melaksanakan intruksi itu.
Intruksi itu sudah disampaikan kepada seluruh kepala desa di wilayah kerjanya. Menurut dia, hal ini dilakukan untuk mendapatkan hasil panen yang baik. Selain itu, membangun Rubuha sekaligus mengembangbiakan burung jenis tyto alba.
Meski belum masuk masa panen, tapi serangan hama tikus di wilayahnya sudah nihil. Hasil panen di tahun ini dipastikan melimpah. “Nyaris sudah tidak ada tikus. Semoga hasil panen nanti bisa sukses,” harapnya.
Lebih lanjut dia menuturkan, total luas lahan sawah di wilayah Kecamatan Kedungbanteng sebanyak 1.379 hektare (Ha). Dari luas itu, yang ditanam padi sebanyak 1.120 Ha. Sedangkan luas lahan tegalan hanya 1.110 Ha. Sementara lahan yang ditanami jagung sebanyak 1.369 Ha.(edit)















