Selain ruwatan anak-anak berambut gimbal, kata dia, sejumlah acara dalam rangkaian kegiatan DCF XIII pun mengalami pergeseran waktu pelaksanaannya.
Bahkan, lanjut dia, banyak pula acara yang pelaksanaannya digeser ke hari pertama kegiatan DCF dengan harapan wisatawan bisa benar-benar maksimal berada di Dieng.
“Karena kami berpikir pada dampak ganda yang diharapkan dari kunjungan wisatawan seandainya mereka bisa menginap full dua malam, maka perputaran ekonomi di masyarakat bisa bangkit,” kata Alif.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Purwokerto Rony Hartawan mengatakan pihaknya memberikan dukungan terhadap pelaksanaan DCF XIII karena kegiatan tersebut merupakan bagian dari konteks gotong royong yang konkret di lapangan.
“BI bisa saja buat acara. Tapi buat apa kalau kami buat acara yang menghabiskan energi banyak namun outcome-nya tidak optimal,” katanya.
Menurut dia, lebih baik BI bekerja sama dan gotong royong dengan Pokdarwis “Dieng Pandawa” yang sudah punya acara rutin berupa Dieng Culture Festival (DCF) yang telah masuk dalam Kharisma Event Nasional (KEN).
Bahkan, pihaknya menargetkan pergelaran DCF XIV yang akan digelar pada tahun 2023 bisa menjadi kegiatan internasional.
Sumber Antara
















