Walikota Semarang Soemarmo Bantah Terima Fee Hasil Korupsi Kasda di BTPN

oleh -134 views

SEMARANG – Mantan Walikota Semarang Drs Soemaemo HS membantah dirinya terlibat korupsi raibnya uang kasda Pemkot Semarang di BTPN Cabang Semarang.Hal itu diungkapkannya saat kembali diperiksa sebagai saksi perkara korupsi Rp 21 miliar dengan terdakwa R Dody Kristianto, mantan Kepala UPTD Kasda di Pengadilan Tipikor Semaranh, Senin (6/5/2019).Soemarmo mengakui pernah menjabat sebagai Walikota Semarang hanya setahun. Ia mengakui pernah mengeluarkan Keputusan Walikota Semarang perihal penunjukan Bank BTPN sebagai salah satu bank penyimpan kas daerah kota Semarang.”Saya tidak pernah mengeluarkan perjanjian kerjasama dengan BTPN,” katanya di persidangan.Pembukaan rekening giro BTPN diungkapkannya berawal dari DAK yang dikenalkan suaminya Ardhana Arifianto. Kala itu DAK menawarkan produk BTPN berupa rekening giro atau deposito. Setelah melalui proses kajian dari Kepala DPKAD Kota Semarang yang saat itu dijabat Suseno, lalu dikeluarkan surat keputusan walikota tersebut.”Tehnis penyetoran dan pembukaan rekening diserahkan kepada Kepala DPKAD,” jelas dia.Soemarmo mengaku kenal DAK karena mertuanya terdahulu adalah temannya. Marmo mengaku tidak pernah menerima fee / insentif baik dari DAK atas nama pribadi maupun atas nama BTPN.”Ada beberapa bank umum yang ditunjuk salah satunya adalah Bank BTPN,” ucapnya.Soemarmo mengakui hanya meneruskannya saja kebijakan sebelumnya. Ia mengaku tidak mengetahui mekanisme penempatan dana pemerintah di bank umum yang ditunjuk.”Saya tidak pernah menerima sesuatu termasuk dari Febri (anaknya),” kata dia.far