Wali Kota Menempati Aset Tentara itu Tak Akan Berani, Kalau…..

oleh -70 views
MAGELANG – Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito angkat bicara terkait pematokan aset Akademi TNI di Kantor Pemerintah Kota Magelang.

Sigit mengaku sangat menyayangkan pematokan itu karena sama-sama mengabdi dan memberikan pelayanan kepada rakyat.

Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Magelang ini menerangkan, rapat di Kemendagri, Kamis (2/7), memutuskan untuk menunda.

“Kemudian kita sedang berkoordinasi mengenai kekuatan pembiayaan dengan Gubernur Jateng dan Kemendagri,” ujarnya, Sabtu (4/7).

Sigit berharap suasana Kota Magelang tetap kondusif dan aset itu dijamin tidak akan dijual.

“Seorang wali kota menempati aset tentara itu tidak mungkin berani kalau tidak ada yang memintanya. Pada waktu itu (1985), wali kota terdahulu diperintah Mendagri atas pelimpahan dari Menteri Pertahanan,” sebutnya.

Pemkot setempat berkomitmen mengalokasikan anggaran bertahap untuk penggantian aset tersebut.

“Langkah-langkah sudah kami ambil 4 tahun lalu dengan mengalokasikan pembiayaan,” jelasnya.

Sigit menekankan, semua harus berpikir cerdas dan jernih. Jangan sampai hal ini ditonton rakyat, karena tidak baik.

Lahan pengganti, menurut dia, sebenarnya juga sudah ditempuh, bahkan yang semula 11 hektare menjadi 13 hektare. Adapun lokasinya di samping kantor pemkot.

“Kebutuhan kami survei bareng-bareng, sekarang mencari pembiayaan itu. Langkah-langkah itu sudah kami konkretkan dalam 2-3 tahun ini dengan mengalokasikan anggaran walaupun sesuai dengan kemampuan,” terangnya.

Dia pun telah melaporkan pematokan itu kepada Gubernur Jateng.

Sekda Kota Magelang Joko Budiyono menambahkan bahwa pemkot menempati areal tersebut tidak begitu saja, tetapi berdasarkan dokumen-dokumen terkait dengan aset Mako Akabri/Akademi TNI.

Aset itu pada 1985 diserahkan dari Menhankam Susilo Sudarman kepada Mendagri Soeparjo Roestam lewat Gubernur Jateng.

“Jadi, itu ada dokumennya. Pada tahun 1985 aset tersebut ditempati sebagai kantor wali kota saat itu wali kotanya Brigjen Bagus Pinuntun,” imbuhmya.

Selanjutnya, pada 2013-2014, Akademi TNI karena merasa punya, pada 2013 juga akan memanfaatkan kantor tersebut.

“Sebetulnya kami sudah melakukan negosiasi yang difasilitasi oleh Kemendagri, bahkan sudah ada kesepakatan antara pemkot dan Akademi TNI kalau saling menghibahkan,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *