Uang Suap Walikota Tegal Mengalir ke Partai Hanura Rp 295 Juta

oleh -81 views

Sidang dugaan korupsi dengan terdakwa Siti Masitha Soeparno dan Amir Mirza Hutagalung.

Semarang (Infoplos) – Aliran uang penerimaan suap yang diduga dilakukan Walikota Tegal nonaktif, Siti Masitha Soeparno diketahui masuk ke Partai Hanura. Hanura diketahui kecipratan atas pemberian lewat Amir Mirza Hutagalung, mantan Ketua DPD Nasdem Brebes. Uang yang masuk ke Partai Hanura Jateng dan Kota Tegal itu diduga sebagai mahar politik atas pemberian dukungannya ke pasangan Siti dan Amir yang akan maju Pilkada.

Hal itu diakui Abas Toya Bawazier, Ketua DPC Hanura Kota Tegal. “Itu untuk kontrak kantor. Terkait dukungan jelang Pilkada. Saya tidak tahu, apakah di Jateng masuk ke partai atau pribadi,” kata Abas, anggota DPRD Kota Tegal itu ditemui usai diperiksa sebagai saksi terdakwa Siti Masitha dan Amir Mirza di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (14/2).

Selain untuk membayar kontrak kantor, pemberian itu digunakan untuk pembelian parcel dan THR pengurus struktural partai. Saksi Abas mengakui, dari pemberian ke Hanura total Rp 295 juta, pihakanya hanya menerima Rp 50 juta. “Kami dapat 25 persen, sekitar Rp 50 juta. Sementara sisanya ke Suwito (Ketua Hanura Jateng) Rp 150 juta. Semua sudah kami kembalikan ke KPK. Kami tidak tahu uang dari mana. Tahunya Amir pengusaha,” kata dia pada sidang yang dipimpin hakim ketua, Antonius Widijantono itu mengakui.

Ahmad Firdaus Muhtadi, Ketua DPD Nasdem Kota Tegal. Bersama kader Hanura Tegal, ia memberikan uang itu ke Suwito, Ketua DPD Hanura Jateng. Dalam BAP nya, Firdaus menyebut pemberian tunai sebesar Rp 200 juta.

“Dua kali, sebelum dan pasca lebaran. Pertama ditemani Sekretaris Hanura Tegal, Supriyadi. Kedua, bertiga dengan Ketua Hanura Tegal,” kata dia.

Saksi Firdaus membantah pemberian uang itu sebagai mahar politik. “Bukan mahar politik. Tapi persiapan dukungan. Saya hanya diperintah Amir Mirza,” kata dia.

Partai Lain Juga Terima

Selain Hanura, sejumlah partai lain disebut turut menerima aliran uang dari Siti dan Amir terkait pemberian dukungan pencalonan keduanya maju Pilkada. Selain Partai Nasdem, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) disebut turut menerima aliran uang dari hasil suap itu.