Upload Berita Hoax, Akta Notaris Palsu. Loekito Rahardjo Dipidana Percobaan

oleh -58 views

SEMARANG – Pengadilan menjatuhkan putusann percobaan terhadap Loekito Rahardjo Hidajat bin Samsoe Hidajat, pria 63 tahun kelahiran Semarang 10 September 1955 yang juga seorang pengusaha.

Warga Jl. Sumbing No. 12 Rt. 01 Rw. 04 Kel. Bendungan Kec. Gajahmungkur Kota Semarang itu dianggap bersalah melakukan pencemaran nama baik. Ia memposting berita bohong, menuduh notaris membuat akte palsu.

“terbukti dengan sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana “ dengan sengaja dan atau tanpa hak mendistribusikan atau mentransisikan informasi elektronik yang memiliki muatan pencemaran nama baik,”, kata majelis hakim, Manungku Prasetyo (ketua), Pudji Widodo dan Andi Astara (anggota) pada putusannya pada sidang 2 Maret 2020 lalu.

Hakim menjatuhkan pidana kepada Loekito Raharjo Hidayat dengan pidana penjara 6 bulan. Menyatakan pidana tersebut tidak perlu dijalani apabia dalam setahun Terdakwa terbukti bersalah melakukan perbuatan pidana yang dinyatakan dengan putusan hakim.

“Menjatuhkan denda sebesar Rp 5 juta subsidair sebulan kurungan,” kata hakim.

Vonia dipertimbangkan, hal memberatkan Terdakwa tidak mengakui perbuatannya. Perbuatannya dapat merusak nama baik orang lain yang susah untuk diperbaiki.

Hal meringankan Terdakwa telah meminta maaf kepada saksi korban yang dituangkan di dalam pernyataan perdamaian. Saksi korban telah memaafkan dengan mengajukan surat pencabutan perkara.

Sebelumnya, JPU menuntut Loekito Rahardjo Hidajat  agar dipidana 3 bulan dan denda Rp 5 juta subisdair 2 bulan kurungan.

Kasus terjadi Jumat 20 Januari 2017 lalu. Berawal pada Jumat  20 Januari 2017, Loekito meminta tolong kepada Luhur Wibowo Hidajat mengambilkan berkas-berkas yang ada kaitannya dengan dirinya di Kantor Semarang Plaza.

Luhur Wibowo Hidajat lalu mengambil semua berkas dan menyerahkan kepada Loekito. Saat ia membuka berkas-berkas tersebut, Loekito menemukan adanya fotokopi akte penolakan waris No. 03 tanggal 13 Juni 2014 yang dibuat di hadapan Tan Bian Tjong, S.H. Notaris di Semarang.

Terkait adanya fotocopy akte itu, Loekito lalu menanyakan kepada Luhur Wibowo Hidajat. Pasalnya, Loekito mengaku tidak pernah meminta untuk dibuatkan. Luhur Wibowo meminta Loekito mengingat-ingat kembali.

Selanjutnya dengan menggunakan akun Facebook Loekito Hidajat dan Instagram dengan akun loekitohidajat miliknya, Loekiyo mengunggah atau memposting foto copy zkte penolakan waris itu. Ia memberi keterangan

“Notaris ini bikin akte palsu”.

Atas unggahan tersebut kemudian dikomentari oleh Indra Santoso yang berteman dengannya di fabebook.

“Wah……..korbane  piro ya… ?”, komennya.

Komentar juga dibuat Leniewati Djaja Atmadja (teman Facebook). “Lha kan notaris sdh lama to???” komennya.

Atas unggahan tersebut, diduga notaris Tan Bian Tjong, S.H. tak terima dan melapor ke polisi karena merasa dicemarkan nama baiknya. Berdasarkan penelusuran ahli Ferdinandus Setu, S.H., M.H atas akun facebook https://www.facebook.com/loekito.hidajat dan akun Instagram . https://www.instagram.com/loekitohidajat/?hl=en  adalah milik Loektio.

(far)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *