Tradisi Dandangan Ditiadakan

oleh -63 views
KUDUS – Pemkab Kudus meniadakan tradisi Dandangan atau pasar malam untuk menyambut datangnya Ramadhan pada 1441 Hijriah.

Pelaksana tugas Bupati Kudus M Hartopo mengatakan, keputusan itu diambil demi menghindari kerumuman massa yang berpotensi menyebarkan virus corona (COVID-19).

“Setelah kami menggelar rapat koordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda), akhirnya tradisi Dandangan yang sedianya digelar pada pertengahan April 2020, diputuskan ditiadakan untuk mencegah potensi penyebaran virus corona,” ujarnya, Selasa (24/3).

Hartopo berharap keputusan tersebut dimaklumi karena pemerintah saat ini juga tengah berjuang mencegah penyebaran COVID-19, termasuk mengajak warga menghindari kerumunan.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Sudiharti mengungkapkan hampir 350-an pedagang sudah memesan tempat untuk berjualan selama perayaan Dandangan di Kudus.

Terkait keputusan tersebut, kata dia, akan disosialisasikan kepada pedagang karena sebelumnya sudah ada nama dan alamat pemesannya sehingga bisa dihubungi melalui telepon atau melalui pesan Whatsapp.

Meskipun kegiatan Dandangan masih lama, di beberapa tempat sudah mulai bermunculan pedagang dari luar daerah, termasuk arena permainan juga sudah mulai tersedia.

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, Dandangan mampu menampung 500-an pedagang, meliputi pedagang yang berjualan menempati gerai serta lesehan.

Ratusan pedagang tersebut, biasanya menempati sebagian ruas jalan atau di trotoar di Jalan Sunan Kudus, Jalan Madureksan, Jalan Kiai Telingsing, Jalan Pangeran Puger, Jalan Wahid Hasyim, Jalan KH A Dahlan, Jalan Menara serta Jalan Kudus-Jepara.(mht)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *