Terungkap ! Mayat Tinggal Kerangka di Wonogiri Diduga Korban Pembunuhan

oleh -63 views

Foto saat penemuan kerangka mayat Katyani, 16 Mei 2020 lalu (Foto: Dok Polres Wonogiri)

Wonogiri – Kasus penemuan mayat tinggal kerangka di Kelurahan Giriharjo, Kecamatan Puhpelem, Kabupaten Wonogiri, pada 16 Mei 2020 lalu terungkap. Identitas korban sudah diketahui kepolisian.

Korban merupakan seorang ibu rumah tangga. Diduga ia korban pembunuhan.

“Identitas korban sudah kami dapatkan berdasarkan tes DNA dan keluarga, ada dugaan merupakan korban pembunuhan,” ungkap Kapolres Wonogiri AKBP Christian Tobing saat memberikan keterangan pers di Mapolres Wonogiri, Selasa (4/8/2020).

Christian menjelaskan, mayat tersebut adalah Katyani (27), seorang ibu rumah tangga dengan satu anak. Korban merupakan warga Dusun Siglonggong, Desa Sanan, Kecamatan Girimarto, Wonogiri.

Berdasarkan hasil penyelidikan, korban meninggalkan rumah pada tanggal 12 Februari 2020, sekitar pukul 10.00 WIB. Ia mengendarai sepeda motor matik dengan alasan menjenguk temannya yang melahirkan di desa tetangga. Setelah itu korban tidak pulang ke rumah lagi sehingga keluarga melapor ke polisi.

Dari hasil penyelidikan pula terlacak bahwa pada tanggal 12 Februari 2020 sekitar pukul 12.00 WIB korban menjual sepeda motornya di diler motor bekas di Sidoharjo, Wonogiri, dengan harga Rp 8,6 juta. Setelah menjual sepeda motor itulah korban tidak diketahui lagi keberadaannya.

“Hingga pada tanggal 16 Mei 2020, korban ditemukan di lahan kosong di sekitar TPU Giriharjo, Kecamatan Puhpelem, Wonogiri dalam keadaan meninggal dunia sudah menjadi kerangka dan diduga korban merupakan korban pembunuhan,” kata Christian.

Pada 3 Juni 2020 lalu Polres Wonogiri mengirim sampel DNA korban ke Pusdokkes Mabes Polri. Hasil tes DNA yang diterima pada 10 Juli 2020 dapat disimpulkan bahwa mayat yang ditemukan tersebut adalah Katyani.

“Sampai saat ini masih dilakukan penyelidikan guna mengungkap kejadian atau pelaku dugaan pembunuhan tersebut,” jelas Christian.

Kasat Reskrim Polres Wonogiri AKP Ghala Rimba Doa Sirrang menambahkan, setelah hasil tes DNA keluar, korban segera diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

“Hasil autopsi diduga meninggal tidak wajar, ada dugaan pembunuhan. Namun dibunuh dengan cara apa dan pakai apa belum dipastikan,” beber Ghala.

Ghala belum bersedia menerangkan lebih lanjut soal autopsi dan penyelidikan. Tapi sudah ada beberapa orang yang diperiksa namun belum bisa dipastikan dan belum ada bukti yang kuat untuk mengarah kepada terduga pelaku.

“Hasil penyelidikan belum mengarah ke terduga pelaku. Sudah ada 8 saksi yang diperiksa terdiri dari keluarga terdekat dan orang yang terakhir melihat,” jelasnya.

Sebagaimana beritakan, ditemukan mayat tinggal kerangka di lahan kosong di sekitar TPU Giriharjo, Kecamatan Puhpelem, Wonogiri. Mayat tanpa identitas itu ditemukan pada Sabtu 16 Mei lalu.

(rik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *