Tergiur Bisnis Telur, Emak-Emak di Semarang Tertipu Kartu ATM Kosong

oleh -127 views
Ilustrasi penipuan.

Semarang – Seorang emak-emak di Semarang tertipu atas investasi bisnis telur ayam. Akibatnya ia dirugikan puluhan juta rupiah.

Polisi yang menerima laporan korban telah menangkap pelakunya. Selain ditahan, pelaku yang juga emak-emak itu terancam pidana 7 tahun penjara.

Pelaku, Ika Agustina binti alm. Abadi (34), warga Jalan Pergiwati II No. 11 B Rt.04 Rw.06 Kelurahan Bulu Lor Kecamatan Semarang Utara Kota Semarang harus menanggung beban itu.

Wanita lulusan Diploma (D-3) ditangkap pada 23 Maret 2019 dan mulai mendekam di Rutan sejak 25 Maret 2019. Ika kini diadili di pengadilan atas perbuatannya.
“Perkaranya tercatat dalam klasifikasi penipuan bernomor 369/Pid.B/2019/PN Smg,” ungkap Panitera Muda Pidana pada Pengadilan Negeri (PN) Semarang Noerma Soejatiningsih, Selasa (28/5/2019).

Kasus dugaan penipuan terjadi 2018 lalu di rumah Ika Agustina. Bermula saat Ika mengajak Sri Kumiyati kerjasama bisnis telur ayam.

Modal bersama-sama masing-masing Rp 10 juta. Ika sepakat akan mencarikan telur ayam ke kandang bila modal/deposit kandang sudah terkumpul.

Pada 14 Maret 2018 di rumah Sri Kumiyati di Jalan Udowo Barat No. 37 Rt.03 Rw.09 Kelurahan Bulu Lor Kecamatan Semarang Utara Kota Semarang, Surat Kontrak kerjasama bisnis telur ayam tersebut dibuat.

Ketika itu juga, Sri Kumiyati menyerahkan modal/uang deposit kandang untuk bisnis telur ayam kepada Ika Rp 10 juta. Kwitansi penerimaannya dibuat tertanggal 14 Maret 2018.

Atas modal itu, Ika Agustina menggunakan modal/uang deposit kandang dari Sri Kumiyati itu membeli peti tempat telur seharga Rp 300 ribu. Memesan spanduk Rp 45 ribu dan sisanya dipergunakan untuk keperluan pribadi Ika yaitu membayar hutangnya.

Namun tahun 2019 tidak ada satu pun telur yang dikirim Ika ke Sri Kumiyati meski kerjasama itu sering ditanyakannya.

Sampai pada 28 Februari 2019, Sri Kumiyati datang dan meminta modal/uang deposit kandang dikembalikan dikarenakan sudah terlalu lama dan kerjasama tersebut tidak terlaksana.

Atas permintaan itu, Ika menyerahkan dua buat kartu ATM Bank Permata beserta pinnya.

“Ini dua buah ATM kamu bawa, yang satu berisi dana Rp 45 juta dan yang satu lagi berisi dana Rp 15 juta,” kata Ika meyakinkan.