Terdakwa Perkara Suap Kejati Jateng Cabut Keterangan BAP

oleh -89 views

SEMARANG – Sidang pemeriksaan terdakwa perkara dugaan suap, gratifikasi tiga oknum Kejati Jawa Tengah akan digelar, Rabu (4/3/2020). Ketiganya, mantan Aspidsus Kejati Jateng, Kusnin dan dua anak buahnya, M Rustam Effendy (mantan Kasie Penuntutan) dan Benny Chrisnawan (staf Pidsus). 

Mereka diduga menerima suap dari Soerya Soedarma, pemilik PT Surya Semarang Sukses Jayatama (SSJ), perusahaan importir alat pertukangan. Suap USD 44.000 dollar Amerika atau total 294 dollar Singapura sekitar Rp 3,5 miliar itu diberikan melalui Alvin Suherman, pengacaranya.

Sebelumnya, saat diperiksa sebagai saksi, Kusnin dan M Rustam Effendy diketahui mencabut keterangannya pada Berita Acara Pemeriksaan (BAP) penyidikannya. Hanya terdakwa Benny Chrisnawan yang konsisten sesuai BAP-nya. 

Kusnin dan Rustam mencabut, dan membantah menerima uang suap. Keterangan pengakuannya menerima uang suap diakui diberikan karena asal.

Saksi Verbal Lisan

Atas pencabutan keterangan itu, JPU akhirnya menghadirkan 4 saksi verbal lisan, penyidik, jaksa di Kejagung. Mereka Satria, Lila Nasution, Arif Kurniawan dan Damar. 

Di depan majelis hakim diketuai Sulistiyono, saksi Satria yang memeriksa Kusnin sebagai saksi dan tersangka di penyidikan mengaku. Pemeriksaan Kusnin didampingi pengacara bernama Haswer Manurung. Dia ditunjuk kejaksaan.

“Tidak ada tekanan. Paksaan. Ancaman. Kami bebas,” ucap dia pada, 26 Februari lalu.

Bahkan di pemeriksaan, Kusnin sempat beberapa kali ingin istirahat. Penyidik membantah menekan terperiksa.

“Dia ingin istirahat. Kami beri kesempatan besar atas apa yang dia alami. Kami beri makan minum,” ujar dia.

Bahkan hingga akhir pemeriksaannya, penyidik mengaku memberi kesempatan terperiksa menambahkan keterangannya. 

Namun hal itu tak dilakukan Kusnin dan M Rustam yang mengaku tak diberi kesempatan. Termasuk kesempatan ada tidaknya saksi meringankan yang akan dihadirkan.

“Kami tanya. Apakah ada keterangan tambahan. Dijawab tidak ada keterangan lain. Itu tercantum di BAP yang ditandatangani terperiksa juga,” lanjutnya.

Penyidik menilai, saat memeriksa Kusnin dan M Rustam, keduanya berbicara jelas dan detail. Seluruh jawaban, murni berasal dari penyampaian terperiksa.

“Dia cerita jelas. Detail. Tanggalnya emang lupa. Soal jumlah uang, itu langsung dari keterangan saksi. Hanya ada perbedaan keterangan Alvin dengan Kusnin. Tapi terkonfirmasi ada penyerahan uang,” kata saksi Satria.far

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *