Terdakwa Korupsi Mading Kendal Kembalikan Rp 4,4 Miliar, Apakah Kejati Jateng Tetapkan Tersangka Baru

oleh -140 views
Kajati Jateng, Sadiman didampingi sejumlah bawahannya sat menerima pengembalian Rp 4,4 miliar dari terdakwa e Mading Kendal.

SEMARANG – Satu terdakwa perkara dugaan korupsi e Mading 2016, Lukman Hidayat, Direktur CV Karya Bangun Sejati (KBS) mengembalikan Rp 4,4 miliar ke Kejati Jateng, Selasa (30/4/2019) lalu. Jumlah itu sesuai taksiran hitungan kerugian negara versi penyidik dan penuntut umum dari total nilai proyek pengadaan Rp 5,8 miliar sebagaimana didakwakan.

Sebagaimana diketahui, Lukman selaku rekanan pengadaan e Mading untuk 30 SMP pada Disdik Kendal itu menjadi terdakwa korupsi bersama dua orang lain. Keduanya, Muryono, mantan Kadisdik Kendal selaku Pengguna Anggaran serta Agung Markiyanto, PNS selaku Pejabat Pembut Komitmen (PPKom).

Pengembalian oleh rekanan proyek e Mading itu dilakukan sepekan usai sidang pemeriksaan Bupati Kendal, dr Mirna Annisa. Sebagaimana diketahui, Mirna dihadirkan di Pengadilan Tipikor Semarang diperiksa untuk ketig terdakwa.

Pada pemeriksaannya, Mirna mengakui terlibat dalam dugaan korupsi itu. Fakta keterlibatannya terungkap di persidangan.

Sementara tak diketahui pasti apakah uang itu milik terdakwa pribadi, atau orang lain. Winarno Jati, pengacar Lukman Hidayat yang dikonfirmasi perihal alasan dan sumber uang menolak berkomentar.

“Saya hanya menindaklanjuti komunikasi terdakwa dengan mengembalikan Rp 4,4 miliar sesuai dakwaan penuntunt umum. Soal aliran uang saya tidak bisa berkomentar. Selebihnya saya tidak bisa menjelaskan. Masalah uang itu darimana, bukan konteks saya menanyakan. Kami hanya berharap, bisa meringankan tuntutan dan vonis,” kata Winarto.

Sadiman, Kepala Kejati Jateng yang menerima langsung pengembalian mengatakan, Rp 4,4 miliar itu sesuai hasil audit. Ada itikad baik dari terdakwa.

“Bentuk pengembalian tunai Rp 1,4 miliar dan dua cek masing-masing senilai Rp 1,5 miliar,” kata Sadiman didampingi Aspidsus,Kusnin, Kasie Pidsus Kejari Kendal Muh Gandara, tim penuntut umum dan sejumlah Kasie Pidsus Kejati Jateng.

Ditanya terkait pengembangan kasus e Mading dengan “menyeret” pelaku lain, salah satunya Mirna Annisa,Sadiman mengakui belum merencanakannya.

“Sampi kini yang bisa dimintai pertanggungjawaban hanya tiga orang (terdakwa). Pengembangan menunggu hasil sidang. Sejauh ini belum ada pengembangan,” katanya.

“(Soal aliran uang), dari tiga orang itu ada sedikit-sedikitkebagian. Kami tidak mau berandai-andai. Yang jelas fakta sidang baru tiga orang itu yang bisa dimintai pertanggungjawaban. Yang lain belum ada bukti,” lanjutnya.