Uang Suap Proyek DAK Taufik Kurniawan Diterima di Hotel Gumaya Semarang

oleh -70 views

Semarang – Rachmat Sugianto, kontraktor, mantan kader PAN mengakui, menerima “titipan” tas koper yang belakangan diketahui berisi uang dari Sekda Kebumen dan kontraktor untuk Taufik Kurniawan (TK). Dua kali, Rachmat menerima di Hotel Gumaya Semarang.

Hal itu diungkapkannya saat diperiksa sebagai saksi atas terdakwa Taufik Kurniawan, Wakil Ketua DPR RI (nonaktif) di Pengadilan Tipikor Semarang, rabu (10/4/2019). Taufik didakwa menerima suap bersama Wahyu Kristianto ( Ketua PAN Jateng), total Rp 4,850 miliar. Uang suap Rp 4,850 miliar berasal dari Mohammad Yahya Fuad selaku Bupati Kebumen periode 2016 sampai 2021 sebesar Rp 3,650 miliar. Dari Tasdi, Bupati Purbalingga periode 2016-2021 Rp 1,2 miliar.

“Pernah memesan tiga kamar di Gumaya Semarang. Di sana menerima dua kali titipan tak koper dari Kebumen,” kata Rachmat mengaku kenal Taufik ketika di PAN di Jateng saat menjadi Sekretaris DPW PAN Jateng, ketika diperiksa sebagai saksi.

Dijelaskannya, Juli 2016 saat di rumah terdakwa TK Gajahmungkur dan diminta membooking tiga kamar di Gumaya. “Tolong kamu booking kamar karena ada tamu dari kebumen. Tiga kamar, dua kamar conecting door, satu di depannya,” akunya mengaku, memesan atasnama sopirnya, Sartono.

Usai memasang, Rachmad yang menunggu di kamar, didatangi orang dari Kebumen dan langsung menyerahkan koper untuknya. Belakangan diketahui, orang itu adalah Hojin Ansori (kontraktor Kebumen/ dipidana) yang menyerahkan Rp 1,650 miliar.

“Ini titipan untuk Mas Taufik. Bentuknya tas koper. Saya tak tahu isinya. Langsung saya antar ke kamar depan. Pak Taufik sudah di depan pintu. Lalu saya taruh di kamarnya di lantai,” kata dia.

Penyerahan kedua, saat Rachmat menyopiri TK dan di jalan, diminta memesan lagi tiga kamar berkonsep sama di Gumaya. Ia mengaku dikasih uang operasional.

Sama seperti sebelumnya, tamu dari Kebumen datang dan menyerahkan titipan (uang) untuk TK. Belakangan, orang itu mantan Sekda Kebumen, Adi Pandoyo (dipidana) yang menyerahkan uang Rp 2 miliar.

“Tas lalu diserahkan ke Pak Taufik ke kamar seberang. Pak Taufik katakan ya sudah tinggal saja,” kata dia.(far)